Pelantikan Direktur RSUD Kabupaten Majene Disorot

Pelantikan Direktur RSUD Kabupaten Majene Disorot

MAJENE, UPEKS.co.id — Usai  Bupati Majene, Andi Achmad Syukri melantik
166 pejabat eselon III dilingkungan Pemerintah Kabupaten Majene pada
Senin 31 Januari 2022 kemarin, menjadi sorotan berbagai kalangan.

Satu jabatan yang menjadi sorotan dari wakil Ketua DPRD Majene,
Adiahsan. yakni pelantikan dr. Nurlina sebagai Direktur Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene. Paslnya yang bersangkutan
merupakan dokter sepesialis paru-paru, tentu keahliannya sangat
dibutuhkan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Sewaktu jadi ketua komisi III DPRD Majene periode 2014-2019, saya
cukup getol mendesak Bupati untuk menyekolahkan dokter umum kita untuk
mengambil keahlian khusus,” ungkap wakil ketua DPRD Majene, Adiahsan,
Selasa (1/2/2022).

Alasannya kata Adiahsan, karena hampir semua dokter di Majene tidak
ada yang betah sampai 2 tahun. Akibatnya warga kita harus dirujuk jika
penangannya membutuhkan tenaga dokter ahli. Inti perjanjian kontrak
penyekolahan pada dokter yang bersangkutan, yakni pemerintah
berkewajiban memberikan bea siswa senilai Rp.500 juta.

“Dengan catatan para dokter yang kembali mengabdi tidak boleh
meninggalkan Majene selama 25 tahun, jika diingkari maka ia
berkewajiban mengganti uang daerah sebesar Rp.1 miliar,” ujarnya.

Mirisnya lanjut Adiahsan, kemarin bupati Majene malah melantik
satu-satunya dokter ahli paru yang telah disekolahkan pemda Majene
sebagai direktur RSUD. Artinya direktur akan disibukkan dengan
kegiatan ke-direkturannya.

“Tentu saja keahliannya tidak dapat lagi dinikmati warga Majene secara
maksimal, kalau dahulu para dokter ahli pindah karena tidak betah,
sekarang kayaknya ada yang tidak betah memamfaatkan keahlian dokter
paru,” pngkasnya

Sebelunya Bupati Majene melakukan rotasi sebanyak 166 pejabat eselon
III di lingkungan pemkab Majene, 10 diantaranya non job, termasuk
salah satunya direktur RSUD Majene, dr.Yufi Handayani digantikan
dr.Nurlina.(Ali).