Sejumlah Sekolah di Parepare Mulai PTM Hari ini, SMPN 2 Parepare Terapkan Prokes Ketat

  • Whatsapp
Sejumlah Sekolah di Parepare Mulai PTM Hari ini, SMPN 2 Parepare Terapkan Prokes Ketat
Suasana PTM di SMP Negeri 2 Parepare

PAREPARE, UPEKS.co.id — Sebanyak enam sekolah menjadi pilot project dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Parepare. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Arifuddin Idris, meninjau pelaksanaan PTM di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Parepare.

Seiring menurunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Medan yang kini berada pada level 2, sejumlah kelonggaran telah ditetapkan. Termasuk PTM yang memang dinantikan banyak orang tua siswa. Adapun sekolah yang menjadi pilot project pelaksanaan PTM di Kota Parepare diantaranya, SD Negeri 3 Parepare, SD Negeri 5, SD Negeri 24, dan SD Negeri 71. Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) diantaranya, SMP Negeri 2 Parepare dan SMP Negeri 4.

Bacaan Lainnya

“Ya seperti hari pertama ini ada beberapa yang harus diperhatikan. Sebenarnya yang perlu adalah penegakan SOP, salah satunya yaitu pengantaran dan penjemputan siswa/siswi,” jelasnya, Senin (11/10/2021).

Dia pun meminta kepada orang tua siswa, untuk mendukung penerapan protokol kesehatan secara ketat kepada anaknya baik itu sebelum pergi dan sepulang dari sekolah.

“khususnya jika siswa pulang sekolah harus membuka baju seragam dan membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan orang yang ada di rumah, juga bila menjemput anaknya agar tidak berkerumun di pintu atau pagar sekolah,” harap Arifuddin Idris.

Terpisah, Kepala UPTD SMP Negeri 2 Parepare, Hj. Sri Enyludfiah menjelaskan, dari jumlah keseluruhan 998 siswa SMP Negeri 2, yang mengikuti PTM hari ini berjumlah kurang lebih 366, yang terdiri dari seperdua dari kelas 7 dan kelas 8.

“Jadi dalam 3 hari, jumlah seluruh siswa SMP Negeri 2 Parepare sudah pernah datang mengikuti PTM di sekolah. Untuk hari ini (Senin), seperdua kelas 7 dan seperdua kelas 8. Hari Selasa, seperdua kelas 7 dan seperdua kelas 9, hari Rabu, seperdua kelas 8, seperdua kelas 9, sehingga hari Senin sampai hari Rabu, semua siswa pernah mengikuti PTM. Hari Kamis, Jumat, Sabtu, mereka terulang lagi. Jadi anak yang datang Senin ini, kembali datang ke sekolah (melakukan PTM) pada Kamis akan datang,” jelasnya.

Lebih lanjut Sri menuturkan, berdasarkan datang yang ia peroleh dari wali kelas, terdiri dari 400 lebih anak didiknya telah dilakukan vaksinasi, 539 anak yang belum divaksin.

“Bagi yang belum divaksin ini diupayakan untuk divaksin. Ternyata orang tua mereka sangat kooperatif, mereka ingin anaknya divaksin. Oleh karena itu saya sudah berbicara dengan beberapa stakeholder, termasuk saya sudah berbicara dengan pak camat, pak camat akan menolong kami untuk menghubungkan dengan Dinas Kesehatan, demikian kami juga sudah bicara dengan Dinas Pendidikan, bahwa 500 lebih siswa yang belum divaksin ini akan diupayakan untuk divaksin dan tempatnya di sekolah,” terangnya.

Dalam pelaksanaan PTM ini, pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat kepada siswa, dimana siswa diwajibkan untuk mencuci tangan sebelum melangsungkan pembelajaran, baik itu diukur suhunya sebelum melakukan proses belajar tatap muka.

“Kita betul-betul paripurna kayaknya ini, mereka cuci tangan, diukur suhunya pada saat mereka datang, kemudian tetap memakai masker, menjaga jarak di dalam kelas. Tempat duduk yang mereka tempati betul-betul telah diberi sekat sesuai SOP dari Dinas (Pendidikan), kemudian tempat duduk telah diberi nomor sesuai dengan absennya. Jadi (siswa) tidak boleh berpindah-pindah tempat duduk sepanjang proses pembelajaran berlangsung,” ujar Sri.

Kata dia, sebelum berlangsungnya PTM ini, pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan, baik itu setelah pembelajaran, akan dilakukan kembali penyemprotan.
“Menurut kami, apa yang sudah diprasyaratkan kami sudah maksimalkan untuk dipenuhi,” tandasnya. (AU)

 

Pos terkait