Pemkab Bantaeng Harapkan Kopi dan Rumput Laut bisa Jadi Contoh Bagi Pengembangan Komoditi Lain

  • Whatsapp
Pemkab Bantaeng Harapkan Kopi dan Rumput Laut bisa Jadi Contoh Bagi Pengembangan Komoditi Lain

BANTAENG,UPEKS.co.id — Dalam rangka menindaklanjuti rapat terakhir Pemkab Bantaeng bekerja sama dengan KOMPAK pada tanggal 26 — 27 Agustus 2021 terkait Pertemuan Kelompok Kerja Pengembangan Ekonomi Lokal Kabupaten Bantaeng untuk Konsolidasi dan penyusunan Rencana Kerja 2022 — 2023 secara Virtual.

Untuk itu, secara face to face Pemkab Bantaeng bekerja sama dengan KOMPAK melaksanakan pertemuan Lanjutan Finalisasi pembahasan Penyusunan Draf Kerja POKJA — PEL Bantaeng Periode tahun 2022– 2023 yang berlangsung di Hotel Ahriani Bantaeng, Kamis(14/10/2021).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten III bidang Administrasi Umum Setda Bantaeng, Asruddin,S.IP,M.Si. Diikuti oleh OPD terkait, Pimpinan BNI, BPD Sulselbar dan Bank Mandiri, Direktur Bumdes Ganting, Ketua Koperasi Sipatuo, Kabid ekonomi Bappeda, Kasubid SDA Bappeda, dan Tim KOMPAK.

Pemkab Bantaeng Harapkan Kopi dan Rumput Laut bisa Jadi Contoh Bagi Pengembangan Komoditi Lain

DC KOMPAK Bantaeng Baharuddin Solongi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi para pihak Lintas sektoral guna membahas finalisasi draf dokumen Renja PEL Bantaeng periode 2021 — 2023.

“Selain itu juga, Draf Rencana Kerja Pokja PEL Bantaeng periode 2021 — 2023 dapat dirumuskan bersama dan difinalisasi dengan baik,” jelasnya.

Lanjutnya, dia berharap adanya kolaborasi dan sinergi para pihak dalam merumuskan Rencana Kerja PEL Bantaeng periode 2021 — 2023, serta adanya Dokumen Renja PEL Bantaeng periode 2021 – 2023 (final).

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Setda Bantaeng Asruddin,S.IP,M.Si mengatakan, Hari ini kita bertemu dalam rangka Pengembangan Ekonomi Lokal(PEL) kabupaten Bantaeng ini mengerucut pada dua komoditas yaitu kopi dan rumput laut. Secara umum kami berharap ada model yang bisa dikembangkan atau dicetuskan pada pertemuan ini dalam rangka pengembangan Kopi dan rumput laut.

Kita tahu bahwa permasalahan utama yang dihadapi petani kita yaitu persoalan bibit, teknologi dan pemasaran. Hari ini semuanya berkumpul, ada dari pihak perbankan, petani dan Bumdes.

“Alhamdulillah pendamping yang memberikan pengetahuan untuk pengembangan Kopi kepada petani sudah ada yakni dari Expert PT. Sulotco jaya abadi dan pendampingannya pun selama 7 tahun”.

“Besar harapan Pemerintah kabupaten Bantaeng, pertemuan ini yang akan memberikan model pengembangan mulai dari hulu sampai hilir mengenai komoditi Kopi dan rumput laut, dan untuk itu kami berharap ini bisa menjadi contoh bagi pengembangan komoditi -komoditi lainnya”, tutup Asruddin. (Irwan Patra)

 

Pos terkait