Nasib Top Food Cort Setelah Didera Pandemi Covid-19, Begini Penjelasan Manager Top Swalayan

  • Whatsapp
Nasib Top Food Cort Setelah Didera Pandemi Covid-19, Begini Penjelasan Manager Top Swalayan
Manager Top Swalayan Kolaka , Aryanto dengan suasana Top Food Cort sunyi

KOLAKA, UPEKS.co.id — Nasib kuliner Top Food Cort yang terletak di lantai dua asa modern Top Swalayan Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) tampaknya masih memiliki dampak terhadap pandemi Covid-19.

Manager Top Swalayan juga membawahi Top Food Cort Kolaka Aryanto ditemui media ini di tengah kesibukannya mengungkapkan bahwa usaha kuliner Top Food Cord sejak adanya pandemi Covid-19 omsetnya menurun drastis sampai 90 persen.

Bacaan Lainnya

Sehingga hal itu juga berdampak terhadap dirumahkannya sejumlah karyawan. lanjutnya Top Food Cort ini menyajikan berbagai jenis makanan.

“Sebelum didera pandemi Covid-19 itu satu dapur mempekerjakan 8 orang karyawan. Nah, setelah adanya pandemi Covid-19 pengunjung langsung sepih, sehingga mau tidak mau sejumlah karyawan kami rumahkan karena tidak mampu membayar gajinya. Sekarang satu dapur tinggal mempekerjakan dua orang karyawan,” ungkap Haryanto.

Selanjutnya kata Aryanto sejak tahun 2021 pengunjung di Top Food Cort sudah mulai ada perubahan, tetapi masih jauh di bawah standar karena omset penjualan belum mencapai 50 persen dari omzet normal sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Omset itu bisa diketahui dari pembayaran pajak, karena di Top Food Cort ini kami menggunakan alat perekam pajak selama jam operasi,” kata Aryanto.

Ia berharap ke depan kondisi bisa semakin membaik, namun ia juga memiliki kekuatiran bilamana pandemi Covid-19 jilid tiga terjadi lagi.

“Tapi kami berharap itu tidak terjadi sehingga pelaku usaha bisa tetap eksis,” ujarnya.

Terkait masalah pengunjung yang akan masuk berbelanja di Top Swalayan pihaknya sudah menetapkan standar protokol kesehatan.

“Kami menyiapkan tempat mencuci tangan serta peralatan disinfektan, serta pengunjung wajib memakai masker. Kalau ada pengunjung yang tidak memakai masker kami tidak mengizinkan masuk berbelanja,” jelas Aryanto.

Diakuinya bahwa untuk pasar modern Top Swalayan sejak adanya pandemi Covid-19, omset penjualan tidak terlalu signifikan penurunannya.

“Kalau omset penjualan top swalayan itu penurunannya tidak terlalu signifikan, hanya kisaran 10 persen omset turun setiap bulan,” tutupnya. (pil)

Manager Top Swalayan Kolaka , Aryanto

Pos terkait