Hadiri Acara Rembuk Stunting, Ini Penjelasan Wabup Enrekang

  • Whatsapp
Hadiri Acara Rembuk Stunting, Ini Penjelasan Wabup Enrekang

ENREKANG, UPEKS.co.id —Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang menggelar Rembuk Stunting di Pendopo Rumah jabatan (Rujab) Bupati Enrekang.

Rembuk Stunting dihadiri oleh Wakil Bupati Enrekang, Asman, Forkopimda, DPRD, Regional Koordinator Sulawesi Bina Bangda Kemendagri, Kepala Bappeda-Litang Sulsel, TGUPP Kesehatan Sul-Sel, Dinkes Sulsel.

Bacaan Lainnya

Acara itu diikuti pula secara virtual para Camat, para Kepala Puskesmas, para Kepala Desa/ Kelurahan, pendamping desa, pendamping gizi dan PKH.

Ketua Panitia, Aries Yasin mengatakan, Kabupaten Enrekang ditetapkan sebagai Lokus Stunting sejak Tahun 2018 dari 100 Kabupaten di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Enrekang juga sudah melaksanakan Rapat Koordinasi lintas sektor/ lintas program untuk mendiskusikan 8 aksi konvergensi.

Hal itu sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan aksi Analisis situasi, Rencana kerja dan saat ini masuk ke dalam tahapan Rembuk Stunting.

Dan sudah ditetapkan 65 Desa/Kelurahan Lokus yang akan di intervensi pada Tahun 2022.

Rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang dilakukan pemerintah kabupaten untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama.

Khususnya antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, Rembuk Stunting bertujuan untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi di kabupaten.

Selain itu juga mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi.

“Juga membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi di kabupaten,” kata Aries.

Ia menambahkan, hasil kegiatan Rembuk Stunting menjadi dasar gerakan penurunan stunting kabupaten.

Melalui integrasi program/kegiatan yang dilakukan antar OPD penanggungjawab layanan dan partisipasi masyarakat.

Sementara Wabup Enrekang, Asman mengatakan, Rembuk Stunting merupakan tahapan dari pelaksanaan intervensi pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi.

Dengan tujuan membangun komitmen publik, menyampaikan hasil analisis situasi (Aksi #1) tahun 2021 yaitu penetapan 65 desa lokus intervensi tahun 2022 dan Aksi #2 yang telah disusun dalam RKPDes dan DPA masing-masing OPD terkait.

“Serta mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya intervensi penurunan stunting di Kabupaten Enrekang,” jelas Asman.

Ia menjelaskan, Rembuk stunting kali ini adalah yang ke-3 sejak Enrekang menjadi kabupaten prioritas penanggulangan stunting.

“Dengan strategi aksi konvergensi/ integrasi harus tetap dilaksanakan dengan memperhatikan Prokes agar dapat dicapai target akhir RPJMD Kabupaten Enrekang tahun 2023 sebesar 15,5 %,” harap Asman. (Sry)