MAKASSAR, UPEKS.co.id– Tim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Gula Semut dari Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Pangkep menyerahkan mesin kristalisasi dan mesin sortasi gula semut kepada UKM Mama Garden.
Menurut Ketua Program pengabdian, Mariam, S.KOM, MSi, adanya sentuhan alih teknologi yang diberikan pada UKM Mitra PPPUD, diikuti dengan peningkatan kualitas dan kapasitas produksi pada mitra terpilih.
Menurutnya, produk Mama Garden kini tersedia dalam 3 jenis kemasan yaitu 500 gr, 250 gr dan 5 gr. Mitra terpilih pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Mama Garden yang merupakan UKM mitra dalam program pengabdian PPPUD Politani Pangkep yang memproduksi gula semut di Kabupaten Bulukumba.
Menurutnya, program pengabdian ini telah memasuki tahun kedua, Selain mitra terpilih, pelatihan ini juga dihadiri oleh petani-petani pengrajin gula merah di Desa Barugae, Bulukumba. Tujuannya adalah agar mereka dapat menjadi penyedia bahan baku dengan kualitas terbaik sehingga gula semut yang dihasilkan juga memiliki kualitas terbaik.
Harapannya, mereka dapat termotivasi untuk melakukan hal yang sama sehingga diversifikasi produk olahan dari pohon enau tersebut dapat memasyarakat dan dapat menjadi nilai tambah tersendiri untuk produk gula merah yang mereka hasilkan.
Kegiatan ini menerapkan protokoler Covid-19, melibatkan tenaga kesehatan kabupaten Bulukumba yang melakukan serangkaian kegiatan termasuk memberikan materi bagaimana menghindari penularan virus Covid-19.
Mencuci tangan dengan cairan pencuci tangan, dan pemeriksaan suhu tubuh merupakan aktivitas awal yang dilakukan oleh peserta begitu tiba dilokasi pelatihan.
Tim PPPUD yang merupakan tim kolaborasi antara jurusan agribisnis perikanan dan prodi Agroindustri melakukan pelatihan gula semut di Desa Barugae. Program ini didanai oleh dana riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berasal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, pendanaan berasal dari biaya operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) dari Direktorat riset dan pengabdian Masyarakat (DRPM) dan Direktorat Jenderal penguatan riset dan pengembangan.
Tim PPPUD ini diketuai oleh Mariam, S.Kom, M.Si yang merupakan dosen Agribisnis Perikanan dan beranggotakan Dr Sriwati Malle, STP., M. KES, serta Arnida Mustafa, STP., M.Si yang berasal dari Program Studi Agroindustri.
Pelatihan ini dihadiri pula oleh Bappeda Kabupaten Bulukumba dalam hal ini, Kepala Bidang Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam, Ir. Putri Andi Rumpang M.Sc. Menurutnya, dengan adanya dosen Politani Pangkep, Kemendikbudristekdikti dan adanya program pengabdian ini maka dapat membantu UKM Mama Garden dan Masyarakat Desa Barugae pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraannya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pemerintah membuka diri dengan adanya kegiatan pengembangan produk unggulan seperti gula semut ini, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui UMKM,” ujarnya.
Hadir pula pada pelatihan ini, Kepala Desa Barugae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Andi Khalid Mawardi SE. Menurutnya, Pemerintah Desa Barugae menyambut hangat kegiatan tim PPPUD Gula semut di Desa Barugae. Kehadiran Tim Pengabdian Masyarakat Politani Pangkep untuk memberikan sentuhan teknologi tepat guna terhadap sumber daya alam yang ada di Desa Barugae khususnya gula merah sangat kami butuhkan.
“Selain gula merah yang menjadi bahan baku pembuatan gula semut, kami masih memiliki potensi sumber daya alam lainnya yang sangat terbuka untuk dapat dikembangkan, kami menunggu kedatangan dari Dosen Politani untuk kembali memberikan teknologi tepat guna pada masyarakat Desa Barugae,” katanya.
Dr Sriwati Malle, STP., M. KES, salah satu anggota tim PPUD Politani Pangkep menyatakan bahwa program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan berkelanjutan dan dimulai dengan pelatihan pembuatan gula semut dan dilanjutkan dengan pengoperasian bantuan peralatan yang telah dibagikan pada mitra terpilih, berupa mesin kristalisasi otomatis dan mesin sortasi gula semut Secara garis besar pelatihan dilakukan dengan sosialisasi pembuatan produk gula semut yang baik dengan mengimplementasikan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dalam proses pembuatan gula semut.
Mesin kristalisator gula semut ini memiliki multifungsi dimana dapat digunakan untuk membuat aneka produk lainnya seperti dodol dan abon. Sedangkan mesin sortasi akan mempermudah proses sortasi gula semut dan diperoleh ukuran partikel gula semut yang seragam dengan kapasitas besar.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kunci dari produksi pembuatan Gula Semut adalah Kadar air yang rendah (dengan kadar air 2-3% dengan pengemasan yang tertutup rapat) dan hal ini telah diatasi oleh UKM Mama Garden dengan adanya Mesin pengering serta pengemasan produk yang baik yang telah difasilitasi sebelumnya oleh program PPPUD Politani Pangkep.
Pimpinan mitra terpilih, usaha Mama Garden, Nurcahaya menyambut baik program ini dan dan menyatakan bahwa dengan adanya bantuan alat kristalisasi gula semut dan alat sortasi sangat membantu proses pembuatan gula semut.
“Alat kristalisasi ini melakukan pengadukan secara otomatis sehingga saya dapat mengalihkan pengerjaan pengadukan yang biasanya membutuhkan tenaga kerja pada pekerjaan lain. Demikian pula dengan adanya alat sortasi ini, proses pengayakan yang biasanya saya lakukan secara manual dapat saya lakukan dalam waktu yang singkat dengan kapasitas produksi 25-40 kg per sekali ayak,” ujarnya.
“Alih teknologi ini membuat pembuatan gula semut menjadi lebih cepat dan tentu saja sudah sesuai dengan standar pengolahan pangan seperti yang telah diarahkan oleh ibu-ibu dosen Politani Pangkep. Harapannya, dengan adanya Politani dan ibu kabid dari Bappeda pemasaran gula semut semakin meluas,” lanjutnya.
Anggota tim Arnida Mustafa, STP., MSi menyatakan bahwa Kedepannya dengan semakin baiknya alih teknologi yang diperkenalkan oleh tim PPPUD Politani Pangkep, maka akan dibutuhkan semakin banyak bahan baku gula semut. Bahan baku pembuatan gula semut adalah nira hasil sadapan dari pohon aren. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu digalakkan penanaman kembali pohon aren, mengingat pohon aren dapat disadap setelah umur 5 tahun untuk produksi gula merah bahan baku gula semut.
Lebih lanjut dijelaskan Arnida, bahwa produk gula semut ini kental dengan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat pedesaan di Indonesia ini mengalami permintaan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Baik untuk konsumen akhir dan pasar industri. gula semut memiliki berbagai kelebihan yang semakin populer terutama di pasar internasional.
“Olehnya itu, gula semut dengan kualitas terbaik dapat diekspor ke negara lain. Memiliki aroma yang khas, saat ini penggunaan gula semut sudah semakin meluas, dapat digunakan sebagai bahan makanan, kue, roti, makanan tradisional, dan dapat dinikmati bersama dengan teh atau kopi,” jelasnya. (rif)




