ENREKANG, UPEKS.co.id –Di tengah pandemi Covid-19, disaat masyarakat sedang dalam kondisi masa-masa sulit karena dampak PPKM akibat pandemi berkepanjangan, justru Pemkab Enrekang melakukan pengadaan Kendaraan Dinas (Randis) baru untuk Bupati Enrekang, H. Muslimin Bando.
Randis Mewah Bupati yang baru dengan merk Mercedes Benz V 260 LWB, dan berkapasitas 1999 CC dianggarkan tahun 2021 melalui dana APBD sebesar Rp1,6 miliar.
Sebegitu mendesakkah MB harus mengganti mobil Dinasnya dengan mobil dinas baru yang harganya cukup fantastis di tengah Pandemi Covid-19? Apakah memang sudah saatnya Bupati ganti Randis baru untuk operasi dan untuk kenyamanannya dalam menjalankan tugas sebagai orang nomor satu di Enrekang?
Terkait hal itu, Kabag Umum Setda Enrekang Umaruddin menjelaskan Randis Bupati yang baru ini sudah dioperasikan sekitar 1 bulan oleh tuannya.
Umar mengatakan pengadaan Randis baru Bupati Enrekang dilakukan dengan pertimbangan Randis yang lama sudah tidak layak pakai karena sudah sering ngabat karena usianya berkisar hampir 8 tahun.
Sekedar informasi, mobil Dinas Bupati Enrekang sebelumnya adalah Land Cruiser Prado, namun Kabag Umum mengatakan mobil tersebut sudah sering rusak, macet dalam perjalanan dan bahkan pernah mengalami rem blong.
” Ini mobil Prado-nya Bupati sudah sekitar 8 tahun, sudah macet-macet kalau dipakai, kadang rusak di jalan. Artinya Radis Bupati yang dulu sudah tidak layak pakailah untuk orang sekelas Bupati,” kata Kabag Umum.
Alasan kedua mengapa Bupati perlu ganti mobil dinas baru, karena Pemkab Enrekang sering mendapat kunjungan tamu Nasional, dalam kondisi seperti itu, terpaksa Bupati harus pinjam mobil yang layak digunakan untuk menjemput tamu dari Pusat, lantaran mobil dinasnya sudah tak layak di gunakan untuk menjemput tamu dari Pusat.
” Selain itu alat mobil Dinas Bupati yang dulu itu alatnya sangat rumit. Sudah sangat susah didapatkan. Selain susah, harga spare part per item alatnya juga sangat mahal. Memang Randis ini sudah sangat mendesak untuk dibutuhkan. Karena kondisi mobil yang sering rusak,” ujarnya.
Lebih Jauh, Umaruddin menjelaskan sebenarnya sudah lama pengadaan Randis Bupati direncanakan, tapi Bupati masih mempertimbangkan karena masalah pandemi Covid-19. Tapi karena alasan kondisi mobil dinas Bupati sebelumnya memang sudah tak layak lagi.
“Jadi pertimbangannya memang Randis baru untuk Bupati sudah sangat mendesak dibutuhkan. jadi memang sudah harus diganti,” pungkasnya.
Kabag Umum juga menjelaskan untuk pengadaan Randis Wabup dan Sekda untuk tahun ini belum ada. Umar mengatakan khusus untuk Wabup dan Sekda masih dipertimbangkan karena adanya kondisi pandemi Covid-19. (Sry)




