MAKASSAR, UPEKS.co.id — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyerahkan bantuan biaya pendidikan (beasiswa) kepada 100 mahasiswa dan pelajar yang tengah mengikuti pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, pesantren, madrasah, serta sekolah umum.
Mereka diberi bantuan pendidikan sebagai antisipasi dari pandemi Covid-19 yang berdampak pada kemampuan orang tuanya di dalam melunasi uang kuliah dan pendidikan anak-anaknya yang sudah mendekati batas waktu pelunasan.
Penyerahan biaya pendidikan kepada 20 mustahik yang berlangsung secara simbolik dan bertahap dilakukan dengan menyesuaikan protokoler kesehatan (Protkes) Covid-19 tersebut, dilakukan langsung Ketua BAZNAS H. M. Ashar Tamanggong dilanjutkan berturut-turut Kabag Kesra Muh.
Syarif mewakili Wali Kota Makassar, Wakil Ketua 1 H. Ahmad Taslim, Wakil Ketua 2 H. Jurlan Em Saho’as, dan Wakil Ketua 3 Dr. H. Waspada Santing, di Aula Kantor Baznas Jalan Teduh Bersinar No 5, Jumat (6/8/2021).
Penyerahan tahap pertama bantuan biaya pendidikan dikemas dalam program Makassar Cerdas BAZNAS Makassar diberikan dalam bentuk uang tunai masing-masing sebesar Rp1,5 juta. Program ini memang diperuntukkan untuk siswa, santri dan mahasiswa yang kurang mampu, terutama yang berdampak dari pandemi Covid-19.
Acara penyerahan bantuan itu sendiri berlangsung dengan mematuhi secara ketat Protkes dengan mengharuskan mengenakan masker dan duduk pada kursi yang sudah diatur jaraknya.
Ketua BAZNAS Kota Makassar H. Ashar Tamanggong dalam sambutannya mengatakan, bantuan beasiswa ini adalah infaq dan shadaqah dari para muzakki yang selama ini telah mempercayakan ke BAZNAS Kota Makassar.
“Insya Allah selanjutnya kami akan tingkatkan jumlahnya agar semakin banyak orang yang tersenyum dengan bantuan beasiswa tersebut,” ungkapnya semangat
Diakui Ashar Tamanggong, segala upaya yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar sejak komisioner dilantik beberapa bulan lalu tiada lain hanya semata-mata sebagai upaya membangun umat bermartabat, sejahtera, dan peduli kepada sesama dalam rangka mewujudkan pribadi muslim yang mampu menyelamatkan dirinya dan orang di sekitarnya.
“Penyaluran bantuan yang dilakukan BAZNAS merupakan upaya mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa yang dinilai memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan dan meraih cita-cita yang mereka impikan,” tandasnya.
Kabag Kesra Muh. Syarif yang mewakili Wali Kota Makassar dalam sambutannya mengakui, kepemimpinan BAZNAS Makassar yang dikomandoi Ashar Tamanggong sangat membantu program pemerintah Kota (Pemkot) Makassar karena inovasi programnya langsung menyentuh ke masyarakat.
Hal ini tentu sangat besar pengaruhnya dan sangat membantu pemerintah kota karena yang dibantu adalah warga Makassar yang sangat butuh bantuan sekaligus BAZNAS merupakan perpanjangan tangan pemerintah.
Muh. Syarif juga sangat senang dengan gaya kepemimpinan komisioner BAZNAS Makassar saat ini yang begitu responsif dan reaktif misal kebakaran dan bantuan-bantuan sosial lainnya yang begitu cepat penanganannya.
“Pemerintah kota tentu sangat terbantu karena sangat sesuai dengan visi misi Walikota dalam penguatan keimanan umat. Sebetulnya, semua kegiatan BAZNAS cantolannya di bidang Kesra tapi inovasi-inovasi yang dilakukan rupanya juga menyentuh bidang pendidikan dan edukasi ekonomi keummatan. Tentu saja ini menjadi inspirasi bagi kita untuk berbuat lebih banyak lagi buat masyarakat,” nilai Muh. Syarif antusias.
“Melanjutkan pesan Walikota, kami mengajak kepada masyarakat, khususnya umat Islam yang diberi kelebihan harta oleh Allah SWT agar menyalurkan zakat, infaq dan shadaqahnya ke BAZNAS Makassa. Insya Allah penyalurannya tepat sasaran dan terukur,” himbau mantan Camat Ujung Pandang menyemangati kaum muzakki di kota ini.
Wakil Ketua 2 H. Jurlan Em Saho’as dalam laporannya mengatakan, penyerahan bantuan pendidikan ini dilakukan secara bertahap dan disesuaikan situasi dan kondisi pandemi Covid-19.
Karenanya lanjut H. Jurlan, pesertanya sengaja dibatasi sebanyak 20 orang yang ternyata tanpa diatur sebelumnbya mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, seperti UIN Alauddin, UNM, UIM Al-Gazali, Unismuh, dan Unibos, sedang lainnya santri dari pesantren Annahdlah dan Pesantren Faqihul Ilmi.
H. Jurlan Em Saho’as yang dikenal seorang jurnalis senior dan sutradara teater dan film, menuturkan sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan biaya pendidikan mereka terlebih dahulu disurvei dan diwawancarai orang tuanya menyangkut ketidakmampuan memenuhi kebutuhan biaya kuliah maupun penyelesaian kuliah anaknya.
Umumnya penerima beasiswa tersebut orang tuanya bekerja di sektor informal, sebagai karyawan swasta dan buruh harian yang di tengah pandemi Corona ini penghasilan mereka boleh dikata untuk makan bersama keluarganya saja agak susah memenuhinya.
“Bahkan diantara mereka ada yang sementara merampungkan penelitian skripsi dan tersisa sehari lagi pelunasan uang kuliahnya,” ungkap H. Jurlan Em Saho’as.
Menurut H. Jurlan Em Saho’as, kegiatan lain yang sudah tengah dijalankan adalah pemberian bantuan bulanan selama setahun kepada 56 keluarga dhuafa yang bertebaran di 14 kecamatan.
Dalam waktu dekat, bertepatan dengan perayaan HUT Proklamasi RI17 Agustus mendatang akan dilangsungkan kegiatan sunat massal di sebuah masjid yang berada di wilayah Biringkanaya. (rls)




