Paripurna DPRD, Bupati Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2020

  • Whatsapp
Paripurna DPRD, Bupati Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2020

LUTIM, UPEKS.co.id– Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Luwu Timur (Lutim) melaksanakan sidang paripurna dengan agenda penyerahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020.

Ranperda itu diserahkan langsung Bupati Luwu Timur, H. Budiman kepada Wakil Ketua DPRD, H. Muhammad Siddiq BM, Senin (14/6/2021).

Bacaan Lainnya

Bupati mengatakan, Badan Pemeriksa Keuangan RI telah melakukan audit terhadap laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 dan hasil audit BPK memberikan pendapat Unqualified Opinion atau Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal ini menandakan bahwa laporan keuangan tersebut telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material dan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

“Dicapainya opini WTP yang Ke-9 Kalinya terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, semua itu tidak terlepas dari kerja keras dan kerja sama serta dukungan dari semua pihak terutama dari Pimpinan dan Anggota DPRD, sehingga semuanya berjalan sebagaimana yang kita harapkan,” jelasnya.

Paripurna DPRD, Bupati Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2020

Budiman juga merincikan beberapa hal penting terkait laporan pertanggungjawaban APBD TA. 2020. Dari sisi pendapatan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2020 sebesar Rp1.470.081.947.079,13 dan terealisasi sebesar Rp1.495.670.435.578,65 atau 101,74 persen, kemudian Anggaran belanja dan Transfer ditargetkan sebesar Rp1.484.283.786.932,78 dengan realisasi Rp1.436.964.978.788,05 atau 96,81 persen.

Selanjutnya, kata Budiman, secara umum realisasi Pembiayaan Daerah yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan, dimana pada Tahun Anggaran 2020 penerimaan pembiayaan dapat terealisasi sebesar Rp26,2 miliar lebih atau 100% dari yang ditargetkan, sedangkan pengeluaran pembiayaan terealisasi Rp12 miliar atau 100 %. Dengan demikian diperoleh pembiayaan netto sebesar Rp14,2 miliar lebih.

“Melihat total realisasi pendapatan daerah setelah dikurangi dengan total belanja daerah, maka terdapat Surplus sebesar Rp. 58,7 miliar lebih. Sehingga berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja serta pembiayaan netto, maka terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 72,9 miliar lebih,” ungkapnya.

“Saya berharap Laporan Pertanggungjawaban ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur ke depan,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait