Kakak Beradik asal Pangkep Sabet Emas di Kejurnas Tenis Pelti Makassar

  • Whatsapp
Kakak Beradik asal Pangkep Sabet Emas di Kejurnas Tenis Pelti Makassar

MAKASSAR – Dua bersaudara—kakak beradik – asal Kabupaten Pangkep, sabet medali emas di Kejuaraan Nasional Tenis TDP Piala Ketua Umum Pelti Kota Makassar 2021 di lapangan tenis Karebosi, yang berlangsung mulai Senin 14 Juni lalu.

Adalah Nurul Fadillah Yusran dan Nurul Fatimah Yusran. Keduanya turun bermain di kelompok tunggal putri umur 18 tahun dan KU 12 tahun. Fadillah menyisihkan rivalnya dari beberapa daerah di Indonesia dan berakhir manis saat melawan rekannya sendiri di partai final, Elly Putri asal Bulukumba dengan skor 6-3 dan 6-2.

Bacaan Lainnya

Sedangkan adiknya, Nurul Fatimah yang bermain di tunggal putri kelompok umur 12 tahun, juga mampu menyingkirkan rivalnya asal Pelti Pangkep, di partai final A. Najwad Hudzaifah dengan skor 8-2.

Di ganda putri kelompok umur 18 tahun, Nurul Fadillah akan menjamu lawannya tim dari Kuningan Jawa Barat, Sabtu hari ini di partai final. Dillah begitu kerap disapa akan berpasangan dengan Elly Putri, rekannya dari Pelti Bulukumba. Bila saja Dillah turun dengan mental dan permainan all power hari ini, maka dua medali emas akan menjadi genggaman putri yang baru saja lolos di Fakultas Olahraga UNM Makassar ini.

Sama dengan Dillah, adiknya Nurul Fatimah juga akan tampil pagi ini memperkuat ganda putri kelompok umur 12 tahun. Nurul Fatimah akan berpasangan rekannya Salsabilah dari Pelti Pangkep dengan menjajal lawan terkuat tuan rumah Pelti Makassar, Rafikah Marsya berpasangan Amory Aulia.

Manajer tim junior Pelti Pangkep, Ir Wahyudin mengataku tetap yakin masih bisa merebut satu medali emas dari tiga partai yang dilombakan di babak final hari ini. Meskipun, kata dia, dari sisi pengalaman jam terbang, tim ganda putri KU 12 tahun Makassar masih di atas permainan anak-anak besutan Pelti Pangkep. “Tetapi sepanjang bola masih bundar, kita tetap memberi semangat anak-anak junior untuk tampil percaya diri di lapangan. Insha Allah,” tutur Wahyudin. (*)

Pos terkait