IPIM Sulsel Beri Bonus Rp10 Juta kepada Hafidz Masyita

  • Whatsapp
IPIM Sulsel Beri Bonus Rp10 Juta kepada Hafidz Masyita

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyerahkan bonus uang tunai sebesar Rp10 juta kepada Masyita Putri Nashira (12) hafidz cilik tunanetra yang berhasil meraih Juara I dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXXII 2021 yang baru saja berakhir dengan menetapkan Kafilah Makassar meraih juara umum.

Penyerahan bonus dilakukan langsung Ketua IPIM Sulsel KH. Masykur Yusuf, di kediaman orang tua Masyitah di Jalan Veteran Lr. 41 Makassar, Rabu (9/6/2021).

Bacaan Lainnya

Kiai Masykur kepada wartawan media online ini mengatakan, penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai motivasi sekaligus bentuk dukungan IPIM sepenuhnya kepada Masyita yang mampu menunjukkan kepiawaiannya sebagai Hafidz 30 jus yang mampu meraih prestasi sebagai Juara I di usia yang sangat masih belasan tahun.

“Kami sangat berbahagia dan merasa bangga dengan kemampuan adik Masyitah dengan prestasinya meraih juara di tingkat provinsi yang nantinya akan menjadi wakil Sulsel di tingkat nasional,” kata Kiai Masykur yang juga Sekretaris MUI Makassar.

Diakui Kiai Masykur, Masyitah memiliki kelebihan bukan saja sebagai hafiz 30 juz dengan kesempurnaan makhraj dan tajwid semata, tapi juga memiliki suara khas yang irama lagunya dia ciptakan sendiri.

Masyitah merupakan anak kedua dari pasangan Nasruddin dan Irawati. Ia lahir secara prematur dengan usia kandungan 6 bulan, namun dengan kuasa Allah SWT ia tumbuh menjadi hafizah cilik.

Setiap harinya melantunkan surah-surah yang dipelajarinya secara autodidak di usia 3 tahun lewat mendengar lantunan ayat-ayat Al-Qur’an via TV dan mampu menghafal 30 juz dalam kurung waktu tidak sampai setahun dalam dua tahapan waktu.

Saat sudah mampu menghafal 14 juz Masyitah sudah banyak mendapat undangan mengaji dalam acara-acara resmi dan hajatan keluarga di berbagai daerah. Bahkan, sempat mendapat perhatian publik nasional dan viral setelah tampil langsung dalam undangan di salah satu program RCTI/MNC Media.

Kiai Masykur Yusuf mengakui, bonus yang diserahkan itu merupakan bonus khusus sifatnya, karena selama ini IPIM hanya punya dana bantuan buat imam masjid, Muadzin, marbok, dan guru mengaji.

Kiai Masykur Yusuf berharap mudah-mudahan ke depan makin banyak lagi putra putri sulsel bisa menjadi Hafidz Qur’an 30 juz

“Kita berharap agar generasi Sulsel Bisa mencetak banyak umat yang menjadi Hafidz Qur’an”, pungkasnya.

Irawati, ibu kandung Masyitah yang mendampinginya mengatakan, anak kedua dari tiga bersaudara itu memang sejak lahir memiliki kelainan, dia menderita penyakit autis spektrum yang membuatnya sangat agresif bergerak. Namun, saat suatu hari diputarkan TV yang melantunkan Al-Qur’an dan ternyata membuat Masyitah tenang dan terdiam

“Jadi seketika itulah Masyitah selalu diputar orang mengaji hingga akhirnya sembuh dan bahkan semua yang dilantunkan qariah mampu dihafalnya,” tandasnya. (rls)