Kunci Sukses Ina Maslina Eksis Kembangkan Usaha di Tengah Pandemi, Ternyata Ini Rahasianya!

  • Whatsapp
Kunci Sukses Ina Maslina Eksis Kembangkan Usaha di Tengah Pandemi, Ternyata Ini Rahasianya!
Owner Inawan Collection, Ina Maslina

ENREKANG, UPEKS.co.id — Hj. Ina Maslina, S.Kep. Ns adalah seorang wanita pengusaha  muda yang sukses mempertahankan dan mengembangkan usahanya di tengah pandemi Covid-19.

Ina panggilan akrab perempuan berdarah Enrekang yang baru berusia 34 tahun. Dia adalah Owner Inawan Collection ini sudah memiliki brand yang sangat terkenal dengan nama Inawan.

Bacaan Lainnya

Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2010 memang sempat redup bahkan hampir tutup.
” Itu dulu waktu saya melanjutkan kuliah S1, usaha saya hampir tutup. Ibu saya bilang lebih baik saya fokus kuliah saja. Tapi saya berupaya mempertahankan. Alhamdulillah saya mampu melewati hari-hari itu dengan baik,” tutur mantan honorer RSUD Maspul yang naik Haji Plus sebelum pandemi Covid-19.

Saat pandemi Covid-19 melanda dunia, Ina terus berinovasi mencari peluang agar bisnisnya tak gulung tikar. Dari kegiatan sosial yang dilakukan Ina dengan membagikan ratusan masker gratis kepada rekan-rekannya di rumah sakit ternyata berkah itu datang.

” Sejak itu saya banyak menerima pesanan masker. Dari situ saya mencoba menciptakan produk baru yaitu hijab satu set dengan masker,” kata WKU 1 IWAPI Kabupaten Enrekang ini.

Hijab masker Inawan langsung viral. Banyak digandrungi kaum perempuan karena hijabnya satu set dengan masker dan ini bisa dipakai pada suasana apa pun, kantoran, ke pesta atau acara santai sekalipun.

Kini, Ina Maslina tidak saja memenuhi permintaan konsumen dari daerah Sulsel saja, tetapi juga sudah memenuhi permintaan konsumen dari luar daerah diantaranya Sulteng, Manado, Irian, Kalimantan dan sejumlah daerah di tanah air.

Kunci Sukses Ina Maslina Eksis Kembangkan Usaha di Tengah Pandemi, Ternyata Ini Rahasianya!

 

Perempuan yang sudah memulai bisnisnya sejak dibangku kuliah ini, mengatakan dirinya dapat bertahan dimasa Pandemi Covid-19 karena terus melahirkan produk yang lagi tren pada saat ini.

“Saya menangkap momen, saya melihat apa kebutuhan pasar. Saat pandemi saya melihat teman-teman perempuan pakai masker tapi tak senada dengan hijabnya. Saya buat itu dan ternyata peminatnya membludak”. Ujarnya.
Alhasil hijabnya viral, hingga saat ini sudah terjual puluhan ribu pcs. Ina Maslina kembali top dengan produk barunya yaitu Mukena Al Aqsa dan Pashmina Plisket yang sebentar lagi akan launching.

Anak bungsu dari 4 bersaudara ini selain mampu bertahan dari Pandemi juga memperkerjakan 10 orang Karyawan, lebih dari 20 Reseller dan bekerja sama dengan 7 orang penjahit.

“Selain selalu menciptakan produk baru, saya juga menggunakan media online untuk promosi. Saya lakukan promosi online karena selama Pandemi orang banyak di rumah, tentunya lebih banyak pegang Hp. Mempertahankan mutu produksi dan menciptakan produk baru dengan melihat momen yang ada itu adalah kunci saya mengembangkan usaha,” ungkapnya.

Kunci Sukses Ina Maslina Eksis Kembangkan Usaha di Tengah Pandemi, Ternyata Ini Rahasianya!

Ina memang sangat piawai mendesain produk. Tangannya tak pernah berhenti menulis. Dia menyebutkan dirinya Desainer tanpa sekolah karena memang kemampuannya dia dapat secara otodidak.

Wanita yang memang sangat hobi dengan dunia Fashion ini bahkan mendesain dan menciptakan gamis Syar’i dan busana muslim couple keluarga kombinasi lagosi dan para pemesannya adalah kalangan keluarga Pejabat hingga kalangan menengah ke bawah.

Saat ini omzet penjualan Ina Maslina setiap bulannya mencapai ratusan juta rupiah. Ina memang harus berjuang tetap bertahan di tengah pandemi karena dia harus menghidupi karyawannya yang begitu banyak.

“Jadi saya juga harus melihat karyawan. Kalau usaha saya tidak bisa berkembang, saya tidak bisa gaji. Sementara mereka juga punya keluarga yang harus dihidupi,” pungkasnya.

Ina Maslina salah satu Pengusaha Wanita di Enrekang yang tidak memiliki Hutang di Bank hingga saat ini. Dia tak mau terikat utang.

“Setelah saya dari Tanah Suci saya banyak belajar dan menggali Ilmu Agama. Dari situ saya baru tahu kalau berutang di Bank itu hukumnya riba. Makanya saya berusaha dari modal awal 600 ribu Alhamdulillah bisa berkembang menjadi besar,” tambahnya.

Bahkan Sarjana Kebidanan ini rela resign dari rumah sakit tempatnya bekerja karena ingin fokus mengembangkan usahanya. Dia ingin fokus menciptakan produk-produk baru dan fokus membina karyawannya. (Sry)

 

Pos terkait