Ikan Lokal Disiapkan untuk Dukung MBG
Bone, Upeks.co.id — Senja turun di tambak Desa Nagauleng. Bupati Bone Andi Asman Sulaiman melempar jaring ke air. Ikan-ikan terangkat. Bagi Bone, itu bukan sekadar panen. Itu tanda bahwa pangan lokal disiapkan untuk mengisi piring anak-anak Indonesia.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., kembali menunjukkan komitmennya terhadap ketahanan pangan. Kamis sore (23/7/2026), ia memenuhi undangan panen ikan di tambak milik Haji Suardi Mappa, Desa Nagauleng, Kecamatan Cenrana.
Mengenakan pakaian serba putih dan topi, Andi Asman turun langsung ke tambak. Di bawah cahaya senja, ia mengayunkan jaring ke permukaan air. Beberapa saat kemudian, jaring terangkat bersama sejumlah ikan. Warga yang menyaksikan menyambut momen itu dengan tepuk tangan dan senyum.
Panen perdana itu bukan sekadar seremoni. Pemerintah Kabupaten Bone menjadikannya bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya sederhana, tetapi penting: memanfaatkan hasil pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak.
“Bone memiliki potensi yang luar biasa. Kita ingin seluruh kebutuhan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis dapat dipenuhi dari hasil produksi masyarakat sendiri, mulai dari ikan, ayam, telur, beras, hingga komoditas pangan lainnya. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan anak-anak sebagai penerima program, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para petani, peternak, dan pembudidaya ikan,” kata Andi Asman.
Ia menegaskan, Bone memiliki kekuatan besar di sektor perikanan, pertanian, dan peternakan. Potensi itu harus menjadi tulang punggung penyediaan bahan pangan bagi program nasional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.
Menurutnya, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari tersedianya makanan bergizi, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat ikut menikmati manfaat ekonominya. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan budidaya perikanan agar mampu menjadi pemasok utama kebutuhan protein masyarakat.
“Program MBG harus menjadi peluang bagi masyarakat Bone. Potensi lokal harus menjadi kekuatan utama sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kita,” ujarnya.
Andi Asman juga mengapresiasi sinergi masyarakat yang terus mendukung program strategis pemerintah. Baginya, keterlibatan petani, peternak, dan pembudidaya ikan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menggerakkan perekonomian desa.
Panen perdana di Desa Nagauleng menjadi simbol optimisme. Bone ingin menjadi salah satu daerah penyuplai bahan pangan berkualitas bagi Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus membuktikan bahwa kekuatan pangan nasional dapat dibangun dari potensi lokal.
Turut mendampingi Bupati Bone dalam kegiatan tersebut Direktur PERUMDA Air Minum Wae Manurung Muh. Bahtiar Sabiring, Kepala Satpol PP A. Baharuddin, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Nurdin, Plt Kepala Dinas Pendidikan Baharuddin, serta Camat dan Sekretaris Kecamatan Cenrana.(*)

