Rangga Sosialisasi Perda Wajib Belajar Pendidikan Menengah di Takalar

  • Whatsapp
Rangga Sosialisasi Perda Wajib Belajar Pendidikan Menengah di Takalar

TAKALAR, UPEKS.co.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulaweai Selatan, Fahruddin Rannga kembali melaksanakan kegiatan Penyebarluasan Produk Hukum Daerah tepatnya Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Wajib Belajar Pendidikan Menengah.

Penyebarluasan Produk Hukum Daerah itu dilaksanakan Rangga di Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Pattalassang Kabupaten Takalar, Sabtu (1/5) sore tadi.

Bacaan Lainnya

Kediatan itu dihadiri beberapa perwakilan tokoh masyarakat dari beberapa Kelurahan dan Lingkungan di wilayah kecamatan tersebut.

Hadir pula mantan Bupati Kabupaten Takalar, Burhanuddin B sebagai narasumber utama dan narasumber kedua Ustadz Muh. Agus Nyarrang membawakan materi nilai nilai keagamaan.

Rangga menyampaikan, dalam menyebarluaskan sebuah regulasi yang penting diketahui masyarakat tentu tidak mengenal waktu dan tempat.

“Secara umum terkait isi Perda Nomor 2 Tahun 2017 ini bahwa yang melatar belakangi regulasi tentang wajib belajar pendidikan menengah diinisiasi oleh DPRD Provinsi Sulawesi Selatan karena adanya kondisi sosial masyarakat orang tua yang tidak menyekolahkan anak nya pada tingkat SMA/SMK,” ucap anggota Fraksi Golkar ini.

Lebih lanjut wakil ketua banggar DPRD Sulsel ini mengatakan, sangat disayangkan kalau hanya persoalan kebutuhan dasar seorang anak tidak dapat mengenyam pendidikan menengah.

“Hal seperti ini tidak boleh menjadi penghambat untuk memperoleh pendidikan menengah apalagi tingkat kepedulian pemerintah saat ini terhadap bidang pendidikan sudah sangat tinggi,” tandasnya.

Burhanuddin yang tampil sebagai narasumber utama menyampaikan, pendidikan menengah sudah merupakan hal wajib sehingga tidak ada alasan untuk tidak menyekolahkan anak anak kita pada jenjang pendidikan ini.

Apalagi katadia, kendalanya hanya pada persoalan kebutuhan dasar seperti seragam sekolah, tas dan sepatu karena pemerintah sudah hadir untuk memfasilitasi dan mengambil peran mengatasi persoalan tersebut.

“Itu sudah menjadi tugas dan kewajiban pemerintah menyediakan pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diatur dalam perda ini, dan memang harapan masyarakat yang kurang mampu pemerintah hadir ketika ada kondisi seperti itu terjadi di tengah masyarakat,” paparnya.

Sementaea, narasumber kedua Ustadz Muh Agus Nyarrang yang membawakan materi nilai nilai keagamaan terkait hikmah ramadhan dalam menghadapi kondisi pandemi covid 19.

“Semangat ramadhan tidak menjadi surut hanya karena adanya kondisi yang belum normal dimana kita masih tetap menjalankan protokol kesehatan untuk tetap saling menjaga diri dan orang lain,” tutupnya.

Sekedar diketahui, kegiatan ini dilaksnakan di dua tempat, titik pertama hari ini di Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Pattalassang Kabupaten Takalar dan titik kedua dilaksanakan besok (2/5) di Kelurahan Panambungan Kecamatan Mariso Kota Makassar. (rls)