Komunitas  Sopir Bus Protes Rapid Antigen di Pelabuhan Ferry Kolaka

  • Whatsapp
Komunitas  Sopir Bus Protes Rapid Antigen di Pelabuhan Ferry Kolaka

KOLAKA,UPEKS.co.id—Para sopir bus antar Provinsi keluhkan hidung sakit saat dilakukan rapid antigen setiap akan berangkat membawah penumpang melalui kapal Ferry dari pelabuhan Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) menuju Bajoe Bone Sulsel.

Bahkan para sopir tersebut melakukan aksi protes Selasa (25/5/21) di pelabuhan Ferry Kolaka terkait aturan wajib rapid tes antigen setiap akan berangkat melalui dari pelabuhan Ferry Kolaka.

Bacaan Lainnya

Sopir bus antar provensi menolak kebijakan selalu dirapid antigen dianggap menghambat perjalanan mereka (para sopir bus).

“Setiap naik kapal Ferry dirapid terus, kami punya hidung ini sakit tiap hari harus dirapid, bisa-bisa infeksi, apalagi jangka berlakunya rapid antigen hanya 24 jam saja,”ungkap Haidar salah seorang sopir bus.

Selain itu kata Haidar rapid antigen ini juga memberatkan bagi penumpang karena harus membayar Rp 140 ribu setiap kali menyeberang. Menurut Haidar dengan pengeluaran biaya rapid tes antigen ini kadang kala penumpang enggan lagi naik bus.

“Hal ini kami sangat dirugikan dengan adanya kebijakan sepeti ini. Sehingga banyak penumpang yang menempuh jalur darat melingkar,”ujarnya.

Sementara Juru bicara(jubir) percepatan penanggulangan Covid-19 Kolaka Sultra Dokter Muh Aris menanggapi adanya aksi protes dari para sopir bus antar provinsi di pelabuhan Ferry Kolaka kemarin menjelaskan, rapid antigen adalahq bagaimana memutus mata rantai penularan Covid-19.

Orang yang selalu berpindah-pindah tempat dan ketemu banyak orang maka pasti punya resiko, juga sangat berpotensi terkena Covid19 dan resiko menularkan.

“Jadi selama pandemi belum berakhir maka apa boleh buat segala upaya akan terus dilakukan untuk mencegah penularan,”jelas Aris.

Sekarang kondisi penularan Covid-19 sudah sangat menurun secara khusus di Kolaka.

“Seharusnya upaya kita lebih ketat agar keadaan ini bisa bertahan, dan kita berharap bahwa seluruh dunia khususnya negara termasuk Sultra bisa menjadi zero kasus,”ujar Aris.

Ia mengajak kepada semua masyarakat bisa bersabar dan berdoa sebagai langkah terbaik yang bisa dilakukan.

“Kita semua tentu sangat lelah hidup dalam bayang-bayang Covid-19, tetapi perlu diingat kami jauh lebih lelah,”pungkas Aris.

Begitupun halnya dengan Jubir Vaksinasi Covid-19 Kolaka Dokter Abd Azis Amin mengungkapkan mengenai rapid antigen itu wajib dilakukan oleh setiap orang akan bepergian. Rapid antigen itu sesuai aturan Menteri Perhubungan.

“Kalau menyangkut masalah biaya rapid antigen, itu rananya pihak ASDP dan KKP Kolaka serta melakukan kerjasama. Saya tegaskan pihak Dinas Kesehatan tidak terlibat dalam masalah di dalam pelabuhan Ferry Kolaka,”kata Azis.(pil)