Idul Fitri di Masjid Nurul Iman Menara UMI, Khatib Bahas Ibadah Sosial

  • Whatsapp
Idul Fitri di Masjid Nurul Iman Menara UMI, Khatib Bahas Ibadah Sosial

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Universitas Muslim Indoesia (UMI) gelar salat Idul Fitri dalam rangka perayaan hari besar Islam, Idul Fitri di Masjid Nurul Iman, Lantai 10 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (13/5/2021).

Ibadah berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan ketat, salah satunya, jamaah yang hanya dihadiri Pimpinan Rektorat UMI dan Yayasan Wakaf UMI.

Bacaan Lainnya

Dalam Ibadah Idul Fitri 1442 Hijriah ini, UMI menghadirkan Dekan Fakultas Teknik (FT) UMI Dr. Ir Mukhtar Tahir Syarkawi MT selaku Khatib dan Imam Masjid Umar Bin Khatab Kampus II UMI Makmur Bakri Lc selaku Imam.

Dalam khutbahnya, Mukhtar Tahir banyak menjelaskan tentang fadillah atau keutamaan perayaan Idul Fitri setelah sebulan lamannya menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan.

Salah satu yang ditekankan Mukhtar, perihal Ibadah Sosial. Menurutnya, bulan ramadhan hingga Idul Fitri mengajarkan mendidikan manusia agar lebih berjiwa sosial yakni kembali menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Jadi sejak ramadhan hingga Idul Fitri, hal yang penting terlihat, bagaimana solidaritas dan soliditas kita sebagai hamba Allah untuk saling menjaga satu sama lain. Atau yang sering kita sebut dengan istilah Hablu Minannas atau Hubungan Sesama Manusia,” paparnya.

Mukhtar menjelaskan, hubungan sesama manusia ini adalah manifestasi atau tindak lanjut dari hubungan manusia dengan Allah SWT sebagai hamba yang taat atas perintahnya.

“Manusia dengan Allah memiliki hubungan secara vertikal. Kita tidak diciptakan olehnya selain untuk beribadah kepadanya. Salah satu ibadah yang dilakukan selain ibadah wajib yakni dengan ibadah sosial,” ungkap Muktar.

Selain itu kata alumni Fakultas Teknik UMI jni, fungsi manusia di ruang sosial adalah dengan tidak melakukan kerusakan di muka bumi dengan menjaga dan merawat apa yang telah diberikan oleh Allah SWT.

“Yang tidak kalah penting, tugas kita diciptakan adalah sebagai khalifatul Ardhi atau sebagai pemimpin. Sehingga kita bertanggung jawab atas apa yang ada di muka bumi dengan tidak merusak alam dan lain sebagainya. Ini telah jelas diatur dalam Al Quranul Karim,” tegasnya.