Hari ke-19, Pesantren Ramadhan Virtual UMI Bahas Urgensi IPTEKS

  • Whatsapp
Hari ke-19, Pesantren Ramadhan Virtual UMI Bahas Urgensi IPTEKS

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Urgensi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni (IPTEKS) agenda topik Pesantren Ramadhan Virtual UMI di hari ke-19. Narasumber Wakil Rektor 1 UMI ,Dr.Ir.H.Hanafi Ashad, M.T.

Hadir Kabid Konselig UPT PKD UMI, Syahrul, M.Pd, Staf YW UMI Abd. Azis, sejumlah dosen dan mahasiswa UMI dan dipandu, Host Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr.Nurjannah Abna.

Bacaan Lainnya

Dr.Hanafi Ashad menjelaskan, pentingnya ilmu pengetahuan, teknologi dan seni tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Setiap Langkah manusia tidak bisa terlepaskan dari IPTEKS.

”Ini merupakan berkat dari Tuhan, dan setiap manusia dapat mengembangkan IPTEKS sesuai kemampuannya masing-masing. Namun semuanya akan dipertanggungjawabkan dihadapkan oleh Allah Swt,” ujarnya.

Jika Ipteks digunakan untuk kemasalahatan manusia, tandas Hanafi, akan meninggalkan kedamaian dan kemajuan manusia. Namun jika IPTEKS digunakan untuk kejahatan, akan menimbulkan kerusakan di muka bumi.

Dr.Abd. Hamid Sulaiman menambahkan pentingnya ilmu pengetahuan dalam Islam, sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Bahkan rasulullah mewajibkan bagi umat Islam, laki-laki dan perempuan menuntut ilmu.

Selain itu, umat yang memiliki ilmu dan iman akan diangkat derajatnya Allah Swt, jelasnya.

Sementara itu, Rusli Roy pertanyakan, bagaimana orang yang melakukan bom bunuh diri. Mereka kan pasti memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi.

Syahrul mengomentari pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an, dimana Allah persilahkan manusia jelajahi alam semesta jika manusia memiliki “sulthan”.

Selain itu, IPTEKS yang dimiliki manusia akan menjaga manusia, sebaliknya harta, manusia yang menjaganya.

Dikatakan sangat penting ilmu pengetahuan dan teknologi dilandasi keimanan dan akhlaq, agar dapat memberikan mashlahat kepada kemanusiaan.

”Jangan seperti pelaku bom bunuh diri tersebut, mereka memiliki ilmu tetapi tidak memiliki pemahaman yang komprehensif tentang ajaran Islam, jelasnya.

Dr.Nurjannah Abna menambahkan, disinilah perlunya ilmu dibarengi dengan keimanan, karena ilmu tanpa iman, buta dan iman tanpa ilmu sesat. Iman dan ilmu harus berbarengan dalam mengembangkan kemaslahatan di dunia, tambahnya.

Dr.M.Ishaq Shamad berkomentar, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keimanan yang kuat akan memperoleh derajat tinggi, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surah al-Mujadilah ayat 11.

Selain itu, dengan bertambahnya ilmu dan iman yang kuat, berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan di dunia.

Tak kalah pentingnya, seni sangat dianjurkan, sebagaimana dijelaskan Allah, bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan, sehingga seni dalam Islam juga sangat dihargai.

”Oleh karena itu, mari meningkatkan pengetahuan, ilmu, teknologi dan seni untuk kemaslahatan umat,” ajak Ishaq Shamad. (rls).