Film ”Tosora Secret” Dari Sulawesi ke Tanah Para Wali

  • Whatsapp
Film ''Tosora Secret'' Dari Sulawesi ke Tanah Para Wali

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Setelah Produksi perdananya film “De toeng” (Misteri Ayunan nenek), yang telah tayang serentak di bioskop seluruh indonesia 11 februari 2021 lalu,

Turatea Production Makassar atau dikenal dengan T pro tengah persiapkan Produksi film barunya.

Bacaan Lainnya

Produser T pro, Asmin Amin paparkan sedikit bocoran tentang film barunya tersebut. Dalam obrolan santai dengan wartawan Pajajaran Post di Cafe Amira, Cijayanti Sentul Bogor.

Produser asal Makassar ini tengah menikmati suasana Bogor selepas 10 hari perjalanan observasi untuk film terbarunya tersebut.

” Film Tosora Scret ini membutuhkan observasi yang panjang, wawancara dan study pustaka, Setelah bulan lalu kami melakukan observasi ke Tosora,kabupaten Wajo,Sulsel ” ujar Asmin Amin yang akrab dipanggil Tetta ini.

Dari tanah Sulawesi Asmin Amin beserta penulis dan sutradara Bayu pamungkas beserta timnya berkeliling berziarah ke makam wali songo.

Diawali Sunan Ampel Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat yang berakhir di Makam Sunan Gunung Jati ( Cirebon), serta mengunjungi Pondok Pesantren Al Khoiriyah Pimpinan Habib
Hamid Al Muhdor di Tulungagung,

Kunjungan ke tanah wali ini memang terasa istimewa bagi Tetta.selain tugas observasi lanjutan tersebut ziarah ke makam para wali dijadikan momen beribadah di bulan Ramadhan ini.

“Alhamdulilah observasi kedua ini bertepatan dengan bulan Ramadhan semoga membawa rahmat dan berkah bagi kami semua serta mendapat kelancaran bagi produksi film ini. Dan semoga para wali merestui. Karena film ini juga menjadi bagian dari dakwah.” ujarnya.

Hal Yang saat ini sebagian remaja mengalami penggeseran atribut dan nilai-nilai keagamaan dampak dari perkembangan media sosial, tren, gaya hidup dan kebutuhan,” tambahnya.

Diamini juga oleh sutradara Bayu Pamungkas yang merasa bersyukur bisa kembali bekerja sama dengan (T pro) dalam film selanjutnya.

“Alhamdulilah.kami diberi kesempatan bekerja dan beribadah dalam observasi ini ” ujar Bayu bersemangat.

Lebih lanjut Tetta menjelaskan, film barunya berjudul “Tosora Secret”. Sebuah film drama religi yang mengisahkan petualangan seorang pemuda yang datang ke Tosora atas sebuah petunjuk perempuan misterius yang ditemuinya di masjid.

Dari pertemuan tersebut laki- laki ini datang ke Tosora yang kemudian menemukan banyak kejadian dan kisah spiritual di Tosora.

TOSORA sendiri adalah sebuah desa kecil di kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.dimana di Tosora terdapat Masjid tertua di Sulawesi Selatan, peninggalan syekh Jamaludin Akbar Al Husein yang merupakan keturunan Rasulullah ke 20.

Lalu apa hubungannya film ini yang setting lokasinya di Wajo dengan wali songo? Rupanya syekh Jamaludin Akbar Al Husein yang berasal dari Yaman menyebarkan syiar Islam ke Nusantara dan singgah di Samudra Pasai lalu ke tanah Jawa.

Di tanah Jawa inilah syekh Jamaludin berketurunan, dan wali songo adalah garis keturunan dari syekh Jamaludin Akbar Al Husein.

” Oleh sebab itu kami mendapat petunjuk untuk lanjut berziarah ke makam wali songo sebelum kami memulai penulisan skenario film “Tosora Scret” ujar produser yang juga sebagai aktor dan budayawan di Sulawesi Selatan.

Setelah mengakhiri perjalanan spiritual di tanah Jawa serta mengunjungi pesantren Al Khoiriyah di Tulungagung.

Tetta merasa sudah memiliki banyak data pendukung untuk melengkapi observasi sebelumnya. Dan ia berharap skenario film Tosora secret akan segera dibuat. Skenario film “Tosora secret” akan dikerjakan oleh penulis sekaligus sutradara Bayu pamungkas, yang sebelumnya menulis dan menyutradarai film “De toeng” Misteri Ayunan nenek yang di produksi (T pro).

Bayu sendiri mengaku mendapat tantangan berat mengerjakan skenario film ini.

” Ini skenario film terberat yang pernah saya kerjakan. Dan film yang persiapannya sangat serius karena kami
harus melakukan observasi yang berkelanjutan ” ujarnya.

Bayu berharap film “Tosora secret” akan menjadi salah satu film tontonan dan tuntunan yang memberi pencerahan sekaligus memberi warna baru bagi perfilman nasional. Jadi patut ditonton dan dinantikan film yang skenarionya mulai dikerjakan ini dapat segera di produksi dan tayang di bioskop tanah air.