Bupati Pangkep Segera Launching Program 100 Hari Kerja 

  • Whatsapp
Bupati Pangkep Segera Launching Program 100 Hari Kerja 

 

PANGKEP – Bupati Pangkep H. Muh Yusran Lalogau segera melaunching sejumlah program unggulan 100 hari kerja sesuai janji yang dicanangkan dalam Dasa Cita Pangkep Hebat periode 2021-2024. Program yang disusun berdasarkan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) 2021, hingga malam tadi terus digodok bersama Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TBUPPD) Kabupaten Pangkep yang diketuai mantan Sekda Makassar, Dr. Ibrahim Saleh di ruang rapat Sekda Pangkep.

Bacaan Lainnya

TBUPPD dibagi ke dalam empat bidang kerja, masing-masing; pemerintahan dan pelayanan publik, ekonomi, kesejahteraan sosial, dan infrastruktur. Tim ini sudah menggodok program unggulan dari masing-masing OPD untuk segera dipaparkan dan dilaunching pekan depan.

Beberapa program terobosan yang akan dilaunching Bupati Yusran seperti, bidang pemerintahan dan pelayanan publik meliputi, pakta dan zona integritas masing-masing pejabat OPD kepada bupati,  launching layanan izin perikanan, layanan konsultasi dan pendampingan akses “Kios Murah Mobile”, launching perdana pelaksanaan uji kompetensi sesuai prioritas pembanguan untuk eselon III dan IV, dan launching incubator bisnis.

Di bidang kesejahteraan sosial, menurut ketua bidang, dr Annas, di antaranya program peningkatan layanan berbasis puskesmas — (jemput sehat pulang), dokter siaga dengan mempersiapkan satu dokter satu desa. “Yang juga manarik adalah Relawan Desa Siaga Covid-19, dengan harapan bisa terus menekan angka penyebaran virus Covid dengan mewajibkan pemberlakukan protokol kesehatan di setiap desa, serta wajib vaksin warga desa,” ujar Direktur RSUD Batara Siang ini.

Masih di bidang kesos, tim percepatan juga merencanakan program Pocadi (pojok baca digital) serta Sirup Muda (sarana rujukan pasien antarpulau) hingga perahu sehat Pulau Bahagia. “Ini  semua program paling mendesak dalam 100 hari kerja bupati,” tambahnya.

Hal serupa juga dicanangkan program bidang ekonomi untuk menekan angka kemiskinan di daerah ini. Sekalipun butuh waktu, lanjut Ibrahim Saleh, tetapi upaya tim dengan mengidentifikasi persoalan penyebab itu, merupakan langkah awal untuk terus keluar dari predikat negatif tersebut.

Sedangkan bidang infrastruktur, tim akan mendorong program yang bisa berdampak langsung kepada masyarakat setempat. Baik sarana prasarana jalan, juga pembangunan yang dianggap mendesak. “Secepatnya kita bisa “membangunkan” Pangkep dari tidur dengan menyalakan lampu-lampu jalan, baik yang ada di kota maupun akses ke perdesaan. Misalnya, penerangan lampu hias di jembatan kota Pangkajene,” paparnya. (*)

 

 

Pos terkait