ANEKA

Kapolres Pertemukan Pihak Bersengketa, Vidio Viral Galian Tambang C di Lahan Sengketa

Kapolres Pertemukan Pihak Bersengketa, Vidio Viral Galian Tambang C di Lahan Sengketa

ENREKANG, UPEKS.co.id — Polres Enrekang gelar pertemuan dengan beberapa warga Desa Pana, Kecamatan Enrekang yang diduga terlibat kasus sengketa tanah yang kini dalam proses Kasasi di Mahkamah Agung.

Pertemuan dipimpin Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Saharuddin,SH,.MH didampingi Kasat Intel Marten Ma’na, S. Sos, dan KBO Reskrim Polres Enrekang IPDA Muhammad Ise,. SH.

AKP Saharuddin mengatakan pertemuan digelar berdasarkan video yang viral tentang aktivitas galian tambang C yang beroperasi di lahan sengketa yang kini proses Kasasi.

Untuk itu, melalui Kasat Reskrim, Kapolres memanggil pihak terkait masalah tersebut. Diantaranya H. Muchlis pemilik tambang C, Jumriati pemilik lahan yang sedang dalam sengketa, Kapolsek Alla, Sekcam Alla, Ansar, Kades Pana Yusram Yunus, Trantib Yusran serta dua orang Warga desa Pana yakni Nelson dan Umar.

Pertemuan berjalan sangat alot. Pihak H. Muchlis mengklaim lahan yang saat ini dia garap adalah miliknya dengan bukti sertifikasi kepemilikan tanah. Sehingga dia bertahan tetap melakukan aktifitas di tempat itu.

“Tanah itu saya garap jauh sebelum ada sengketa disitu. Saya punya akte jual beli dan sertifikat” kata H. Muchlis.

Selain itu H. Muchlis juga menegaskan dirinya tidak melakukan kegiatan galian tambang melainkan meratakan tanah di lahan miliknya untuk mendirikan rumah.

Kapolres Pertemukan Pihak Bersengketa, Vidio Viral Galian Tambang C di Lahan Sengketa

“Jadi tanahnya kita ratakan tapi kalau ada yang minta Kita kasih saja”. Ujarnya.

Di tempat yang sama Jumriati dengan tegas mengatakan, H. Muchlis telah masuk menambang di tanah miliknya yang tengah dalam sengketa.

Jumriati meminta agar pihak berwajib menghentikan aktifitas tersebut selama lahan itu masih dalam sengketa.

Menurut Jumriati apa yang dilakukan pemilik tambang sudah keterlaluan karena dirinya sudah sering menyampaikan, agar tidak melakukan aktivitas selama lahan tersebut masih dalam proses hukum.

“Sudah lama saya kasih tau, jangan dulu menambang disitu. Sabar ki tunggu proses hukumnya selesai apalagi disana ada Tower” kata Jumriati.

Saling mengklaim, membuat Kasat Reskrim menyimpulkan agar pemilik tambang C jika mempunyai sertifikat agar melakukan pengembalian batas. Hal ini dilakukan untuk memastikan luas lahan yang diklaim H. Muchlis berdasarkan sertifikat.

“Harus dilakukan pengembalian batas oleh pihak yang berwenang. Inilah jalan terbaik agar orang yang tidak ada sangkut pautnya tidak merasa dirugikan” kata Kasat Reskrim.

Hasil pertemuan, kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan mematuhi apapun hasil keputusan pihak BPN setempat turun langsung ke lokasi tanah sengketa. (Sry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top