ANEKA

Huawei Optimis Pertahankan Keberlangsungan Bisnis

Huawei Optimis Pertahankan Keberlangsungan Bisnis

JAKARTA, UPEKS.co.id– Penyedia solusi TIK terkemuka dunia, Huawei, menegaskan kembali optimismenya mempertahankan keberlangsungan bisnis di tengah berbagai tantangan, khususnya tentang kinerja penjualan smartphone.

Hal itu diungkapkan Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, saat menjelaskan strategi global perusahaan, mulai dari aplikasi 5G hingga sikap terbuka terhadap kerja sama dengan banyak pihak, termasuk pemerintahan Presiden AS, Joe Biden.

“Keyakinan saya terhadap kelangsungan bisnis Huawei bahkan makin menguat dibanding sebelumnya. Sebab, kami memiliki lebih banyak cara untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Keyakinan saya juga makin menguat melihat pendapatan dan keuntungan penjualan Huawei pada 2020 yang lebih tinggi dari 2019,” kata Ren Zhengfei dalam rilis resminya yang diterima Upeks, Rabu (10/2/2021).

Pendapatan Huawei pada 2020 tercatat sebesar USD136,7 atau mengalami kenaikan yoy sebesar 11,2%. Laba Huawei juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 10,4%, sehingga laba pada 2020 menjadi USD9,9 miliar.

Menurutnya, sejumlah besar pelanggan masih terus memberikan kepercayaannya kepada Huawei. “Jika Anda punya waktu, Anda harus mengunjungi Pelabuhan Ningbo, Bandara Shenzhen, Bandara Internasional Dubai, dan pabrik mobil di Jerman yang semuanya menggunakan layanan 5G kami. Anda bisa menyaksikan sendiri
bagaimana Huawei membantu mereka untuk maju,” terangnya.

Ia menambahkan, berbeda dengan jaringan komunikasi generasi sebelumnya yang bertujuan menghubungkan banyak rumah dan manusia, tujuan utama dibangunnya jaringan komunikasi di era 5G adalah untuk menghubungkan bisnis dari berbagai industri, dari bandara, pelabuhan, pertambangan batu bara, produksi besi
dan baja, manufaktur otomotif hingga manufaktur pesawat terbang.

“Kami juga telah mulai menjalankan program bernama Nanniwan. Masyarakat di luar Tiongkok mungkin tidak mengenal program tersebut. Namun, pada dasarnya ini terkait dengan konsep kemandirian dalam produksi. Program ini dimaksudkan untuk membantu kami melakukan banyak terobosan di bidang pertambangan batu bara, besi dan baja, musik, serta dalam kategori produk seperti TV, komputer, dan tablet,” sambung Ren.

Ia juga menyampaikan pandangannya tentang penurunan di lini smartphone premium Huawei karena kendala pasokan chip. Namun, Huawei memperoleh sinyal positif atas prospeknya dalam kinerja jaringan berkualitas.

Ren pun menegaskan bahwa Huawei akan mempertahankan bisnis intinya. “Pertama dan terpenting, kami tidak akan memperluas apa yang telah menjadi bisnis inti kami. Platform dasar yang kami sediakan untuk penambangan batu bara sama dengan yang kami sediakan untuk pabrik besi dan baja, pelabuhan, serta bandara,” urainya.

Menurut Ren, aplikasi 5G akan berbeda untuk masing-masing industri, namun sebagian besar teknologinya tetap sama. “Jadi, tujuan utama kami adalah meningkatkan adopsi elektronik, perangkat lunak, dan sistem komputasi di industri yang beragam,” ujarnya.

Ren menyebut Intelligent Mining Innovation Lab yang diresmikan di Shanxi merupakan komitmen Huawei dalammenghadirkan teknologi 5G guna memberikan layanan yang lebih baik untuk tambang. Didukung oleh pemahaman dan pengetahuan tentang cara kerja tambang batu bara, sistem elektronik dan perangkat lunak Huawei akan mampu menyediakan aplikasi dan layanan yang tepat guna untuk tambang.

“Seluruh dunia akan memperoleh manfaat jika bisa memanfaatkan sumber daya alam melalui penambangan tak berawak. Mengapa kami memilih untuk memulai di Shanxi? Karena pemerintah daerah Shanxi sangat proaktif dalam hal ini. Jika kami berhasil di Shanxi, pengalaman kami dapat direplikasi di seluruh dunia. Jadi benar apabila kami masih bisa bertahan meski tanpa mengandalkan penjualan ponsel,” tegas Ren. (eky/rls)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top