MAKASSAR, UPEKS.Co.id– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Brantas Narkotika Maksiat (BNM) Kota Makassar menggelar Rapat Pemantapan Struktur Pengurus di salah satu kediaman pengurus Jl Tarakan Kompleks PU No. E3, Kelurahan Malimongan Tua, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, pada Minggu (7/6/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC BNM Kota Makassar, Bang Ito, tersebut membahas penguatan organisasi sekaligus merumuskan sejumlah program strategis dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika serta berbagai penyakit sosial yang dinilai semakin mengancam generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan itu dihadiri jajaran pengurus dan kader BNM Kota Makassar.
Selain membahas pemantapan struktur organisasi, rapat juga menjadi forum evaluasi dan penyusunan agenda kerja organisasi untuk beberapa bulan ke depan.
Dalam pembahasannya, para peserta rapat menyoroti berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks di tengah masyarakat.
Penyalahgunaan narkotika, peredaran obat-obatan terlarang, perjudian online, pergaulan bebas, hingga berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya dinilai menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian bersama.
Ketua DPC BNM Kota Makassar, Muhammad Fitrih yang akrab disapa Bung Ito, menegaskan bahwa BNM harus hadir sebagai organisasi yang tidak hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi melalui program-program yang menyentuh langsung masyarakat.
“Ancaman narkotika hari ini tidak mengenal usia dan latar belakang. Karena itu BNM harus memperkuat gerakan edukasi, pencegahan, dan kepedulian sosial. Kita ingin hadir sebagai bagian dari solusi dan menjadi mitra masyarakat dalam menyelamatkan generasi muda,” ujarnya.
Salah satu agenda yang disepakati dalam rapat tersebut adalah pelaksanaan Dialog Hukum Narkotika dan Maksiat dengan tema “Memahami Hukum, Menjaga Moral, Menyelamatkan Generasi” yang akan dilaksanakan pada Minggu, 12 Juli 2026, ba’da Dzuhur, di Warkop VB, Jalan Datuk Ditiro, Makassar.
Kegiatan tersebut akan menghadirkan Muh Ahyar, SH., MH., praktisi hukum sekaligus Dewan Penasehat BNM Sulawesi Selatan, sebagai narasumber utama.
Melalui dialog ini, BNM berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai aspek hukum penyalahgunaan narkotika, dampak sosial yang ditimbulkan, serta pentingnya peran masyarakat dalam melakukan pencegahan sejak dini.
Selain itu, rapat juga membahas persiapan pelaksanaan Curhat Pelajar Indonesia (CPI) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026 di Kota Makassar. Program tersebut dirancang sebagai ruang dialog terbuka bagi pelajar untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari ancaman narkotika, bullying, kekerasan, tekanan pergaulan, perjudian online, hingga berbagai tantangan yang muncul di era digital.
“Melalui CPI, BNM ingin mendengar langsung suara generasi muda agar berbagai program pencegahan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pelajar saat ini. ” tambah Bung Ito.
Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat melahirkan rekomendasi serta solusi konkret yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Di bidang sosial kemasyarakatan, rapat juga menyepakati penguatan Program BNM Peduli sebagai bentuk kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan secara rutin adalah berbagi nasi kotak setiap hari Jumat kepada masyarakat yang membutuhkan, pekerja informal, petugas kebersihan, pengemudi ojek online, serta kelompok masyarakat lainnya.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan berbagi, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam membangun lingkungan yang lebih sehat dan peduli terhadap sesama.
Melalui rangkaian program tersebut, mulai dari penguatan organisasi, Dialog Hukum Narkotika dan Maksiat, Curhat Pelajar Indonesia (CPI), hingga BNM Peduli, DPC BNM Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan narkotika dan berbagai penyakit sosial yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama seluruh pengurus untuk memperkuat sinergi dan memperluas jangkauan program BNM di tengah masyarakat. Sehingga organisasi ini dapat menjadi bagian dari gerakan kolektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkotika serta berbagai perilaku menyimpang lainnya. (*)

