ANEKA

Diduga, Selain Sebar Hoaks, Oknum ”WP” Pernah Minta ”Sesuatu” ke Bupati

Diduga, Selain Sebar Hoaks, Oknum ''WP'' Pernah Minta ''Sesuatu'' ke Bupati

ENREKANG,UPEKS.co.id —Aksi WP (30), tersangka penyebar hoaks di situs online ternyata sudah lama dan berulang-ulang dilakukan kepada Bupati Enrekang, H Muslimin Bando.

Hanya saja selama ini, bupati diam dan menahan diri, karena selain WP itu warganya. Bupati juga masih menjaga nama baik keluarga WP.

Sampai titik klimaks kesabaran Bupati yang dituduh meminjam Dana PEN Rp 441,5 Miliar untuk membayar tenaga honorer.

Kemarahan Bupati tak terbendung, dia menganggap WP sudah keterlaluan memojokkan dan permalukan dirinya dengan menyebar hoax melalui tulisannya. Untuk itu WP dilaporkan ke pihak yang berwajib sebagai narasumber atas artikel yang ditulisnya sendiri.

“Saya tegaskan melaporkan WP bukan dalam kapasitas jurnalis. Namun sebagai orang yang berstatement dan menyebarkan hoaks”. kata MB, seraya mengungkapkan, yang bersangkutan kerap dimintai dana, namun tak dipenuhi.

Permintaan WP dilakukan melalui WhatsApp. Semuanya telah di Screenshot Bupati sebagai bukti jika diperlukan dalam proses penyidikan, ungkap MB saat ditemui Upeks di sela-sela kesibukannya di Kawasan Industri Maiwa (KIWA), Sabtu (13/2/2021).

Diduga, Selain Sebar Hoaks, Oknum ''WP'' Pernah Minta ''Sesuatu'' ke Bupati

Perlu diketahui, selama ini WP menyebut dirinya sebagai Wartawan. Namun informasi yang dihimpun, WP tidak dapat dikategorikan wartawan dan tulisannya tidak dapat disebut karya jurnalistik. Sebab tidak memenuhi kode etik jurnalistik dan pedoman pemberitaan media siber. Artikel itu tidak memenuhi prinsip akurasi, keberimbangan dan cover both side.

WP juga tidak tercatat sebagai anggota organisasi jurnalis lokal Gabungan Wartawan Enrekang (GAWAT), ataupun organisaasi kewartawanan lain seperti PWI, AJI, JOIN, IWO, dan lainnya.

Terungkap pula, Updatesulsel tidak tercatat sebagai anggota Asosiasi Media siber yang menjadi konstituen Dewan Pers seperti AMSI maupun SMSI.

Perusahaan PT Update Media Sulsel, tak terdaftar di KemenkumHAM, serta tidak ditemukan di pusat data perusahaan AHU Online (ahu.go.id). Selain memuat hoaks soal PEN dan penghinaan terhadap Bupati, situs ini juga banyak memuat artikel yang tendensius terhadap Pemkab Enrekang, kata bupati.

Kantor redaksinya yang beralamat di Perumahan Taman Toraja, Tanjung Bunga Makassar juga ternyata fiktif. Mulai Kepala RT/RW, Lurah dan Camat Tamalate memastikan tidak ada perusahaan pers yang berkantor di wilayahnya, tandas Bupati. (Sry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top