Bupati Majene Lukman, Ingatkan Agar CPNS Mampu Jaga Kode Etik

  • Whatsapp
Bupati Majene Lukman, Ingatkan Agar CPNS Mampu Jaga Kode Etik

MAJENE, UPEKS.co.id–Bupati Majene, Lukman mengingatkan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Majene, agar mampu menjaga kode etik salah satunya kedisplinan.

Lukman yang lebih dahulu hadir di tempat sebelum acara di mulai, juga menyoroti kedisplinan CPNS, lantaran ada 7 orang CPNS yang telat hadir saat acara telah berlangsung.

Bacaan Lainnya

Hal ini diungkapkan Lukman, disela-sela acara penyerahan SK CPNS Kabupaten Majene yang sekaligus pengambilan sumpah formasi 2019 kepada 66 CPNS formasi 2019, di halaman pendopo rumah jabatan bupati Majene, Senin (8/2/2021).

“Seharusnya hadir tepat waktu dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Contohnya, jika seorang bidan yang tidak tepat waktu memberikan pelayanan, maka bisa saja nyawa pasien yang menjadi taruhannya. Negara Jepang tumbuh sangat maju dan besar, karna budaya displinnya,”tegas Lukman.

Lukman juga menyampaikan, bahwa mendapatkan SK CPNS itu merupakan kebanggaan, suatu impian bagi seluruh CPNS, selain itu semangatnya juga harus di jaga,”Untuk itu kembali saya ingatkan para CPNS, agar mampu menjaga kode etik salah satunya kedisplinan,”tandasnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Majene ini juga berharap, agar nawaitu menjadi seorang PNS tidak berubah. Setelah dinyatakan lulus semangat, namun kenyataannya ketika mendapat SK CPNS justru terlambat satu jam, kemudian saat menjadi PNS termbat hingga berjam-jam.

“Kita dari awal ingin jadi pengabdi masyarakat, untuk itu nawaitu jangan berubah, hari ini kita lanjutkan jangan sampai setelah mendapat SK PNS justru kehadirnnya molor berjam-jam,”ucapnya.

Usai penyerahan SK CPNS untuk formasi 2019, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah bagi PNS formasi 2018. Bupati Majene, Lukman yang membacakan sumpah bagi ratusan PNS tersebut harus dilakukan dua kali, pasalnya saat acara dimulai, masih ada yang terlambat hadir dan belum diambil sumpahnya.

Lukman, meminta agar ke enam PNS yang terlambat di ambil sumpahnya di akhir acara setelah rangkaian acara lain selesai. Hal ini penting, mengingat sumpah jabatan bukan hanya untuk pekerjaan dan dirinya sendiri, namun komitmen kepada Allah Subhana Wataala.

“Tolong yang terlambat tadi, yang tidak sempat di ambil sumpahnya kita lakukan sekali lagi,” katanya. Ia juga mengatakan, menjadi seorang PNS harus menjadi panutan, teladan yang baik, menjaga sikap dan perilaku. Hal tersebut menjadi indikator atau tolak ulur tingkat keberhasilan kinerja Pemerintah Kabupaten Majene. Sumpah dan janji bukan hanya kesanggupan untuk atasan, namun kesanggupan kepada Tuhan yang Maha Esa tidak melanggar perundang-undangan yang berlaku.

“Pengambilan sumpah CPNS ini tujuannnya untuk membina menciptakan PNS yang jujur, bersih, berwibawa dan sadar akan tugas sebagai abdi Negara. Saya juga berpesan bagi PNS yang telah diambil sumpahnya, mampu melaksanakan tugas dengan menjaga etika moral, kejujuran, keikhlasan dan memmilik rasa tanggung
jawab,”pungkasnya.

Sesuai data yang disampaikan dari Badan Kepegawaian dan Sumberdaya Manusia (BKSDM) Majene, bahwa untuk formasi tahun 2018 sebanyak 125 CPNS yang tersebar di beberapa OPD telah melaksanakan proses prajabatan.

Hadir pada acara penyerahan SK CPNS, Pejabat Sekda Majene, Masriadi Nadi Atjo, Kepala Bappeda, Andi Adlina Basaroe, kepala BKAD Kasman Kabil, BKSDM Andi Pawelloi serta Kadis Perkimtan Lies Herawati.(Alim).

Pos terkait