ANEKA

Bantu Kuota Internet, Gubernur Sulsel Dorong UKM Maksimalkan Pasar Digital

Bantu Kuota Internet, Gubernur Sulsel Dorong UKM Maksimalkan Pasar Digital

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Koperasi dan UKM, mencanangkan bantuan kuota internet untuk para pelaku UKM pemula di daerah ini selama satu bulan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Abd Malik Faisal mengatakan, bantuan kuota internet ini diberikan ke UKM on boarding atau yang baru mulai memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produknya.

“Ini merupakan program bantuan dari Pak Gubernur untuk mendorong pelaku UKM memaksimalkan digitalisasi. Kami tentu ingin UKM berkembang dengan digitalisasi,” jelas Malik Faisal, Kamis (4/2/2021).

Program bantuan yang rencananya akan diluncurkan pada Maret 2021 ini bakal diberikan dalam dua tahap. Dimana masing-masing tahap menyasar sebanyak 1.500 UKM. Adapun jumlah kuota internet yang diberikan yakni 28 GB plus telpon dan sms gratis.

“Total UKM yang akan diberikan yakni sebanyak 3.000. Pertahap itu anggarannya sekitar Rp200 juta. Rencananya diluncurkan Maret mendatang, tapi Februari ini kami sudah mulai action,” ujar Malik Faisal.

Dalam program bantuan ini, Pemprov Sulsel menjalin kerja sama dengan beberapa provider telekomunikasi, seperti Telkomsel, Indosat, IM3 dan XL.

“Pak Gubernur berharap vendor internet ini bisa memperkuat jaringan di wilayah yang belum maksimal jaringannya, dan membuka jaringan baru di wilayah yang belum terjangkau internet. Harapan ini sejalan dengan upaya Pak Gubernur yang sudah membuat infrastruktur jalan yang bagus,” katanya.

Sesuai rencana, tahap pertama bantuan kuota internet ini akan berjalan pada Februari, Maret dan April. Sedangkan tahap kedua yakni mulai Mei, Juni dan Juli.

“Kami mau lihat animonya seperti apa. kalau animo UKM menjual produknya secara online tinggi, maka besar kemungkinan akan dilanjutkan ke tahap ketiga,” katanya.

Malik menambahkan, program tersebut merupakan strategi Sulsel untuk meningkatkan daya saing para pelaku UKM memasuki pasar global. Di mana para pelaku UKM juga bisa mengandalkan penjualan daring sebagai pasar yang menjanjikan.

“Ini adalah tantangan yang harus dihadapi dalam memasarkan produk UKM kita. Apalagi jika ingin bersaing dengan negara lain,” jelas Malik.

Menurutnya, dari 1,2 juta UKM Sulsel yang terdaftar saat ini, baru kisaran 8% atau sekitar 95.000 UKM yang memasarkan produk dan bertransaksi dengan teknologi digital. (eky).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top