Makassar, Upeks.co.id — Tanah di kota memang sempit. Tetapi kebutuhan pangan terus tumbuh. Di Mamajang, Irwan Hasan mengingatkan bahwa ketahanan pangan tidak selalu lahir dari sawah yang luas. Kadang ia tumbuh dari pekarangan rumah, dari pot sederhana, dan dari warga yang mau menanam untuk masa depan.
Ketahanan pangan tidak hanya dibangun di ladang dan persawahan. Di tengah padatnya permukiman kota, harapan itu bisa tumbuh dari halaman rumah warga.
Pesan itu disampaikan Anggota DPRD Kota Makassar, Irwan Hasan, saat menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah bersama Kecamatan Mamajang di Hotel Almadera Makassar, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Sekretaris Camat Mamajang, Andi Muhammad Adri, serta akademisi Muhammad Alwi. Forum itu menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah di tingkat kecamatan.
Di hadapan peserta, Irwan menegaskan bahwa pengawasan bukan sekadar tugas DPRD. Menurutnya, masyarakat juga harus ikut mengawasi agar setiap program pemerintah benar-benar berjalan dan memberi manfaat.
“Kami ingin mendengar langsung suara masyarakat. Dari situ kita bisa melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki,” kata Irwan.
Ketua Fraksi PPP DPRD Makassar itu menjelaskan, masukan warga menjadi bagian penting dalam proses pengawasan. Sebab pembangunan yang baik lahir dari kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam forum tersebut, perhatian banyak tertuju pada program Urban Farming yang menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kota Makassar.
Irwan menilai urban farming bukan hanya soal menanam sayuran di pekarangan. Lebih dari itu, program tersebut dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menambah pendapatan rumah tangga.
“Urban farming memiliki manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial. Karena itu program ini harus terus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Irwan, kota yang kuat adalah kota yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri. Karena itu, gerakan menanam di lingkungan rumah harus terus diperluas dan didukung secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sekcam Mamajang Andi Muhammad Adri mengatakan Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pengembangan urban farming melalui pendampingan dan bantuan kepada kelompok masyarakat.
Ia menjelaskan, program tersebut memanfaatkan lahan pekarangan, fasilitas umum, hingga kawasan perairan untuk budidaya tanaman dan perikanan. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga membantu menjaga lingkungan dan meningkatkan ekonomi warga.
Akademisi Muhammad Alwi menambahkan bahwa urban farming menjadi solusi yang relevan bagi kota besar yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.
Menurutnya, selain meningkatkan ketersediaan pangan, program tersebut juga mampu menciptakan ruang hijau yang membuat lingkungan perkotaan menjadi lebih sehat.
Kegiatan berlangsung interaktif. Warga menyampaikan berbagai masukan, mulai dari kebutuhan sarana produksi, pelatihan, hingga pendampingan yang lebih intensif agar program urban farming dapat berkembang lebih luas.
Bagi Irwan Hasan, pengawasan tidak berhenti pada rapat dan laporan. Pengawasan harus menghasilkan perubahan yang nyata. Dan salah satu perubahan itu, katanya, bisa dimulai dari benih yang ditanam warga di halaman rumah mereka sendiri.(rls)

