Ramai-Ramai Ke Palu, Bupati Enrekang Dapat Sorotan dari Masyarakat

  • Whatsapp
Ramai-Ramai Ke Palu, Bupati Enrekang Dapat Sorotan dari Masyarakat

Bupati Enrekang, Muslimin Bando bersama Istri, Hj Johra MB dan sejumlah Kepala OPD dan pejabat lingkup Pemkab Enrekang ramai-ramai menuju ke Kota Palu, Sulawesi Tengah menghadiri pernikahan ajudannya. –sry–

ENREKANG,UPEKS.co.id-Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang kembali menuai kritikan tajam masyarakat.

Bacaan Lainnya

Salah satunya. Kritik dari aktivis perempuan Enrekang, Yanthi. Menurutnya; apa yang dilakukan para pejabat daerah itu sangat tidak etis.

Pasalnya, Bupati Enrekang, Muslimin Bando bersama Istri, Hj Johra MB, Ketua Dharma Wanita, Pengurus dan sejumlah Kepala OPD dan pejabat lingkup Pemkab Enrekang ramai-ramai melakukan perjalanan menuju ke Kota Palu, Sulawesi Tengah akhir pekan kemarin.

Rombongan tersebut menuju Kota Palu untuk menghadiri acara pernikahan salah satu Ajudan atau asisten Bupati Enrekang melalui darat dan udara.

Padahal saat ini Kota Palu sendiri diketahui memiliki status zona merah dalam hal penyebaran Covid-19 bahkan ditengarai Black Zone Corona.

Hal ini terlihat dari foto-foto mereka yang beredar di Media sosial, sejumlah pejabat yang ikut ke Kota Palu tidak menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker.

Bahkan di Palu rombongan Bupati sempat berkunjung dibeberapa Obyek wisata dan bebas berfoto tanpa jaga jarak dan tak menggunakan masker. Sehingga masyarakat bertanya apakah Perbup yang dikeluarkan Bupati hanya untuk masyarakat biasa, yang diberi sanksi jika tak mematuhi protokoler kesehatan,?

Padahal, Bupati sendiri telah mengeluarkan Perbup nomor 42 tahun 2020 tentang Protokoler Covid-19 dan sanksi bagi siapapun yang melanggarnya Prokes selama masa pandemi Covid-19.

Bahkan Kepala Dinas Kesehatan Enrekang, Sutrisno pada akhir Desember 2020 lalu terus mengimbau masyarakat Enrekang untuk tidak keluar daerah dahulu jika tidak terlalu mendesak.

Ini disebabkan jumlah kasus positif covid-19 di Kabupaten Enrekang masih terus mengalami kenaikan.

Perlu diketahui jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Enrekang saat ini sudah mencapai angka 222 kasus dan 17 orang telah dinyatakan meninggal dunia akibat positif Covid-19.

Prilaku para pejabat di Enrekang itupun mendapat sorotan dari sejumlah masyarakat.

Yanthi menuturkan, apa yang dilakukan para pejabat daerah itu sangat tidak etis.

Sebab, sebagai Pemerintah mereka yang selalu mengeluarkan aturan dan imbauan agar masyarakat terapkan protokol kesehatan tapi justru mereka sendiri yang melanggarnya.

Apalagi acara yang diikuti pun bukan sifatnya mendesak, karena hanya merupakan sebuah pesta pernikahan.

“Ini jelas kebablasan, wibawah Pemkab Enrekang ada ditangan mereka. Bagaimana masyarakat tidak menghargai Pemkab Enrekang, na mereka tidak komitmen pada peraturan yang mereka lahirkan, memalukan,” kesalnya.

Yanthi menambahkan, akan lebih parah jika para pejabat tersebut menuju ke Kota Palu menggunakan anggaran perjalanan dinas daerah.

“Semoga saja mereka ke Palu tak pakai SPPD atau anggaran perjalanan dinas daerah, karena akan lebih mencoreng hati masyarakat,” ujarnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Enrekang, Sutrisno sendiri mengaku tak berangkat ke Kota Palu.

Hanya saja, dirinya tak mau memberikan komentarnya terkait rombongan Bupati Enrekang yang ramai-ramai bertolak ke Kota Palu.

“Saya tidak ikut kesana,” jawab Sutrisno singkat, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut.(Sry)

Pos terkait