sebanyak 224 orang.
Menyikapi terus bertambah pasien positif corona di Kabupaten Majene
tersebut, wakil Ketua II DPRD Majene, Adiahsan, meminta Pemkab Majene
tegas tentang protokol kesehatan. Selain itu Adiahsan juga agar kembali memperketat pengawasan di berbagai aspek. Mulai dari
pengawasan aktivitas, termasuk pintu-pintu masuk ke Majene.
- Seminar Project Based Learning Prodi Destinasi Poltekpar Makassar Tekankan Kolaborasi Pengembangan Desa Wisata Sanrobone
- Kemenag Sulsel Salurkan 150 Paket Bantuan bagi Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas
- Mencermati Tren Potensi Radikalisme di Sulawesi Selatan, Ketua Umum DPP ICATT Serukan Gerakan Bersama Cegah IRET
“Kita minta pemerintah perketat kembali pengawasan, gencarkan operasi Yustisi oleh petugas Satpol PP di sejumlah titik, dan jika menemukan orang yang tidak pakai masker segera ditindaki, pintu perbatasan
Majene kembali diperketat,” ungkap Adiahsan, dalam rapat koordinasi
bersama Tim Gugus Tugas Covid-19, di ruang pola kantor Bupati Majene, Senin (12/1/2021) malam dihadiri Plt.Bupati Majene Lukman bersama Ketua DPRD Salmawati Djamado.,
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Majene, Muh.Safaat mengingatkan
sekaligus kepada Tim Satgas Covid-19 Majene jangan kendor untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Majene.
“Terkait penanganan Covid-19 di Majene kami dari Komisi III DPRD Majene belum melihat langkah-langkah yang ditempuh tim Satgas Covid-19, baik dari sisi penanganan maupun dari sisi perencanaan untuk
tahun 2021, karena ini penting agar penanganan Covid-19 di Majene tidak terulang lagi seperti penanganan tahun 2020,” kata Safaat.
Menyinggung soal semakin bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten, menurut Safaat, ini perlu penanganan yang serius, diantaranya terkait tempat perawatan pasien di rumah sakit umum Majene.
”Olehnya itu pada rapat koordinasi malam ini kita perlu membahas bersama-sama, agar penanganan Covid-19 lebih terarah, apalagai menurut infrmasi dari tim satgas Covid bahwa jumlah pasien yang dirawat
sekarang sebanyak 59 orang,”tandasnya.(Alim).




