MAKASSAR.UPEKS.co.id—Rektor UMI, Prof Dr H Basri Modding,SE kukuhkan Guru Besar Fakultas Kesehatan
Masyarakat (FKM) UMI, Prof Dr drg H Masriadi,SKG,SKM,Spd.I, M.Kes,MH di Auditorium Al-Jibra, Kampus II UMI Jl
Urip Sumoharjo, Makassar.
Pengukuhan Guru Besar Termuda UMI dihadiri, Ketua Dewan Guru Besar UMI, Prof Dr H Mansyur Ramly, Ketua YW UMI, H Mochtar Noer Jaya, para Wakil Rektor, Ketua lembaga se-UMI. Turut hadir secara virtual, para dekan, Kepala LLDikti Wil IX, Prof Dr Jasruddin dan para undangan.
Prof Mansyur Ramly saat sambutan menegaskan, sungguh membahagiakan, Prof Masriadi ini merupakan Guru Besar pertama dan termuda dalam bidang Kesehatan Masyarakat.
”Alhamdulillah di bulan Oktober 2020 ini, sebuah kebahagiaan, karena UMI yang dikenal sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, secara beruntun melahirkan dan mengukuhkan sejumlah Guru Besar. Sebelumnya, Sabtu (10/10) UMI juga kukuhkan dua Guru Besar, Prof Dr Ir Jayadi,MP (GB Perikanan dan Ilmu Kelautan) dan
Prof Dr Mursalim,SE (GB Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Menyusul lagi, Sabtu (17/10) rencana pengukuhan 2 orang Guru Besar,” kata Mansyur Ramly.
Terkait itu Rektor UMI,Prof Dr Basri Modding menandaskan, Guru Besar merupakan jabatan tertinggi dalam bidang pendidikan tinggi. Tentulah diharapkan proses pendidikan di institusi UMI akan semakin berkualitas. Untuk itu dinantikan bantuan kontribusinya demi pengembangan UMI ke depan.
Menyinggung era industri ke depan menuju era 5,0 (five zero), lanjut Rektor, UMI ditantang menyiapkan alumni yang memiliki life skill,keterampilan berbahasa serta kemampuan keterbukaan wawasan literasi.
”Untuk lahir sebagai Guru Besar sangatlah ketat persyaratannya, tapi alhamdulillah UMI akan terus berupaya melahirkan Guru Besar. Prof Masriadi ini merupakan Guru Besar Termuda FKM di luar Jawa,” tandas Basri.
Ditambahkannya, Prof Masriadi tercatat, Guru Besar UMI ke 33. Saat ini UMI miliki Guru Besar 53 orang, merupakan Perguruan Tinggi Swasta terbanyak Guru Besarnya. Alhamdulillah, dari 2163 PTN/PTS di Indonesia, tahun ini UMI peringkat 64, tahun sebelumnya berada di peringkat 102.
Dibagian akhir sambutannya, Rektor UMI mengingatkan, tugas utama seorang Guru Besar, harus mampu menuangkan gagasan dan fikirannya dalam bentuk tulisan, mampu pimpin seminar-seminar,mampu lahirkan karya-karya penelitian serta mampu membimbing dosen-dosen muda.
Sementara itu Ketua LLDikti Wilayah IX, Prof Dr Jasruddin dalam sambutan virtualnya menandaskan, saat ini UMI merupakan PTS di Sulawesi dan luar Jawa terbanyak Guru Besarnya.
”Realitas itu bermakna, UMI berkontribusi memberikan harapan masa depan karena ditunjang pengetahuan dan pengalaman. Dengan demikian, akan memenuhi harapan dan keinginan orang tua, agar anak-anaknya yang kuliah di UMI, kelak mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa Indonesia,” tandas Prof Jasruddin. (rls).




