ENREKANG,UPEKS.co.id — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulsel lakukan pendampingan evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2020.
Acara tersebut digelar di Wilayah II (Enrekang) dan diikuti lima Kabupaten Yakni Kabupaten Enrekang sebagai Tuan rumah, Kabupaten Pinrang,Toraja, Toraja Utara dan Jeneponto.
Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Enrekang, H. Burhanuddin mengatakan kelina Kabupaten yang dievaluasi ini adalah Kabupaten yang belum mendapat predikat KLA.
Acara yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Enrekang Asman. Acara akan digelar selama dua hari Kamis-Jumat (15-16/10/2020).
Wakil Bupati saat memberi sambutan mengatakan, sudah saatnya anak menjadi perhatian dan prioritas dalam setiap perencanaan yang dilakukan dimasing-masing OPD dan terutama OPD terkait. Dia mengatakan jika masalah anak baik maka akan baik daerah kita kedepan.
Sementara itu,Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Litbang Kabupaten Enrekang Muh. Aries Yasin mengatakan kegiatan pendampingan evaluasi KLA ini sangat penting untuk mengetahui dibagikan mana atau pada Cluster pada terjadi kendala sehingga Kabupaten Enrekang belum masuk sebagai Kabupaten layak ini.
Jika Enrekang hingga saat ini belum menjadi Kabupaten Layak Anak itu karena faktor Administrasi dan dokumentasi tapi kalau masalah scoring sudah tidak seberapa jumlahnya.
“Kalau pertanyaan kenapa belum sampai ke Kabupaten Layak Anak tidak tercapai sekali lagi ada persoalan administrasi dan dokumentasi karena adanya pergerakan masing-masing Cluster yang tidak bergerak secara dinamis”. Kata Aries Yasin.
Salah satu progres yang dicapai adalah terbentuknya Forum anak yang sudah terbentuk di 9 Kecamatan dan beberapa Desa. Dia mengatakan KLA itu adalah tanggungjawab masing-masing OPD, sehingga harus melakukan kerjasama antara masing-masing penanggung jawab Cluster.
” Sisa tiga Kecamatan lagi yang akan kita bentuk forum anaknya dalam waktu dekat di Kecamatan Maiwa, Cendana dan Masalle hingga ketingkat desa. Harapan kita jika Forum anak ini sudah terbentuk di tingkat desa berarti Desa juga sudah ada intervensi terhadap seluruh kegiatan Forum anak yang ada di desa masing-masing” ujarnya.
Dengan adanya pendampingan evaluasi KLA dengan mudah akan mengetahui indikator yang menyebabkan Enrekang belum menjadi Kabupaten Layak Anak, dengan demikian akan mudah melakukan evaluasi secara internal terkait indikator itu. (Sry).




