BPJS Kesehatan Cabang Watampone Sapa Peserta Hemodialisa Lewat Ajang Goes To Customer

  • Whatsapp
BPJS Kesehatan Cabang Watampone Sapa Peserta Hemodialisa Lewat Ajang Goes To Customer

BPJS Kesehatan Cabang Watampone Sapa Peserta Hemodialisa Lewat Ajang Goes To Customer

Watampone, Upeks.co.id – Sebagai badan yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan berkomitmen memberikan pelayanan yang berkualitas bagi seluruh penduduk Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-52, BPJS Kesehatan menyelenggarakan kegiatan “BPJS Kegiatan Goes To Customer” di Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru.

Bacaan Lainnya

“BPJS Kesehatan Goes To Customer merupakan kegiatan sosialisasi secara langsung dalam bentuk kegiatan sambung rasa dengan para peserta JKN-KIS pengguna layanan cuci darah (hemodialisa) di rumah sakit,” jelas Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Watampone Aswin Agustiansyah, Rabu (15/07).

Menurutnya, BPJS Kesehatan Goes To Customer dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta terhadap betapa pentingnya Program JKN-KIS. Selain itu, juga untuk meningkatkan pengetahuan peserta terhadap prosedur, hak dan kewajiban peserta terhadap Program JKN-KIS.

“Dalam kegiatan ini juga kami sampaikan terhadap pentingnya melakukan perilaku hidup sehat dan gotong royong dalam Program JKN-KIS, serta kami ajak para peserta meningkatkan validitas data peserta melalui proses pembaruan data pada kartu peserta,” tambah Aswin.

Dalam kegiatan ini juga disampaikan mengenai informasi terbaru terkait Program JKN-KIS yaitu Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Menurut Aswin, sebagai wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi finansial masyarakat, pemerintah menetapkan kebijakan khusus untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III.

“Tahun 2020 ini, iuran peserta PBPU dan BP kelas III tetap dibayarkan sejumlah Rp 25.500. Kemudian, pada tahun 2021 dan tahun berikutnya, peserta PBPU dan BP kelas III membayar iuran Rp 35.000, Sisanya diberikan bantuan iuran oleh pemerintah,” kata Aswin.

Salah satu peserta kegiatan, Mujahid Tajuddin (45), mengungkapkan bahwa selama ini banyak sekali manfaat Program JKN-KIS yang ia rasakan.

“Saya merasakan sekarang banyak sekali kemudahan bagi pasien cuci darah seperti saya ini, sebab sekarang saya tidak perlu lagi memperpanjang rujukan secara manual namun cukup dengan menggunakan finger print. Sekarang pelayanannya sudah jauh lebih baik, dengan adanya kegiatan ini saya pun mendapatkan informasi-informasi yang bermanfaat. Mudah-mudahan BPJS Kesehatan bisa selalu ada membantu kami,” tutur pria yang sudah menjadi pasien cuci darah sejak tahun 2009 ini. (Jamkesnews)

Pos terkait