
DIKELUHKAN. Perahu nelayan bermesin ditambatkan pemiliknya diareal sungai pemandian, sehingga wargamerasa terganggu dengan adanya bau solar dari perahu serta sampah langsung mengalir di areal pemandian.
(foto:Pil/Upeks).
KOLAKA,UPEKS.co.id—Obyeks wisata pemandian Sungai terpendek di dunia yaitu Sungai Tamborasi, merupakan salah satu primadona obyek wisata masyarakat Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pasalnya obyek wisata pemandian air tawar ini, selain airnya yang bening juga dingin menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk datang menikmati wisata pemandian Sungai Tamborasi.
Namun sayangnya obyek wisata ini, pihak Pengelolah belum mampu memberikan pelayanan dengan baik kepada
pengunjung khususnya keamanan dan kenyamanan kepada kasyarakat yang datang menikmati keindahan Sungai
Tamborasi sebagai obyek wisata pemandian serta pemandangan alamnya.
Salah satu faktor keamanan dan kenyamanan tidak dijaga oleh pihak Pengelolah obyek wisata ini dengan adanya perahu nelayan bermesin dengan leluasa masuk di areal pemandian untuk menambatkan perahunya.
Sehingga keberadaan perahu nelayan bermesin masuk areal wilayah pemandian membuat kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung menjadi terganggu.
Menurut pantauan salah seorang jurnalis media lokal Sultra yang juga bersama keluarganya datang berwisata di Sungai Tamborasi, mengungkapkan pemilik perahu datang menambatkan perahunya serta membersihkan sehingga solar dan sampah dari perahu itu mengalir di areal pemandian.
Ironisnya kata sipengunjung, pemilik perahu itu tidak pedulikan warga yang sedang mandi-mandi di sungai tersebut, dengan santainya membersihkan kapal dari sampah bekas melaut, terkesan cuek dengan pengunjung yang terganggu dengan bau solar yang cukup menusuk hidung.
Bahkan kata pengunjung, mereka melihat pengelola obyek wisata ini terkesan membiarkan tindakan pemilik kapal tersebut, tanpa adanya teguran dari pihak Pengelolah Tamborasi. Sehingga pengunjung yang terlanjur mandi,
hanya bisa mengeluh dan menyingkir, terutama saat pemilik kapal melemparkan jangkar perahunya hingga ke pangkal sungai.
Menurut salah seorang petugas di tempat itu, pemilik kapal bermesin itu adalah nelayan yang bermukim di sekitar lokasi wisata. Memang mereka setiap hari menambatkan perahunya di tempat tersebut.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra), H Andi Zulkarnain Mansyur dikonfirmasi media ini melalui WhatsAppnya, Minggu (6/9/20) terkait hal itu, secara tegas meminta kepada Pengelolah obyek wisata Sungai Tamborasi menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung yang berwisata
menikmati pemandian sungai Tamborasi.
“Keluhan pengunjung obyek wisata saya sudah sampaikan kepada pihak Pengelolah obyek wisata agar menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung,”tegas Zulkarnain.
Selain itu Kadis Pariwisata juga sudah menyampaikan kepada Kepala Desa Tamborasi sebagai penguasa wilayah obyek wisata pemandian Sungai Tamborasi agar hal-hal yang mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat untuk menikmati pemandian sungai Tamborasi harus terjaga dengan baik.
“Kita harus memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang datang menikmati wisata pemandian Sungai Tamborasi, dan itu merupakan tanggungjawab Kades selaku pemerintah desa,”ujar Zulkarnain.(pil).




