MAKASSAR.UPEKS.co.id—Saat ini minuman kopi telah digemari semua kalangan, dan bahkan kopi seakan sudah yg menjadi gaya hidup. Bermacam varian kopi membuat para penikmatnya tidak bosan meneguk minuman yang terkenal pahit tersebut.
Kita mengenal jenis yg umum dari tanaman kopi yaitu robusta dan arabicaI, dan banyak daerah di Indonesia dikenal sebagai penghasil kopi.
Salah satunya yang terkenal ke seluruh dunia seperti kopi luwak yang dihargai cukup mahal disebabkan oleh prosesnya yang alami dengan memanfaatkan enzim pencernaan di dalam tubuh
luwak.
Namun sekarang kembali muncul varian baru yang tidak kalah dengan yang sudah ada, inovasi ini dikembangkan Ipda Purwanto SE salah satu anggota kesatuan Brimob Polda Sulsel.
Berbekal kegemarannya terhadap minuman kopi, dan juga jiwa petualangnya yang terasah saat menjalankan tugas di pelosok daerah, maka Purwanto mencoba menbuat kopi varian baru yang diolah dengan cara yang unik dengan memanfaatkan maggot BSF yang selama ini dikembangkannya.
Pada awalnya Purwanto berpikir kalau luwak bisa menghasilkan kopi dengan cita rasa yang enak karena pengaruh enzim sewaktu dicerna, maka demikian juga dengan maggot BSF sewaktu mencerna makanan juga mengeluarkan enzim yg bisa membuat biji kopi mengalami fermentasi meski di luar tubuh maggot BSF.
Dengan pemikiran ini maka Purwanto melakukan beberapa percobaan agar bisa menemukan teknik dan cara yang tepat agar hasilnya sesuai yang diharapkan.
Berkat usaha yang pantang menyerah selama sekitar dua tahunan, maka sekarang terciptalah kopi varian baru yang mungkin baru pertama ada di Indonesia atau bahkan di dunia dengan cita rasa yang unik dan khas yang diproses secara alami dengan memanfaatkan maggot BSF.
Untuk memaksimalkan hasilnya, dipilih kopi organik yang sudah matang dari daerah sekitar Makassar yang terkenal dengan kopinya. Biji kopi ini kemudian digunakan sebagai pakan maggot BSF dengan perlakuan yang khusus selama waktu tertentu, terutama untuk menjaganya tetap bersih dan aman untuk diolah menjadi kopi unggulan.
Selain itu pada saat diproses menjadi kopi bubuk, dilakukan dengan cara yang khas agar cita rasa dan aromanya semakin meningkat.
Untuk menjaga kualitas hasil temuannya dan agar bisa dipasarkan kepada umum, Purwanto sudah mendaftarkannya ke Kemenkumham untuk hak merk dan paten yang diberi label yang sama yaitu kopi “Maggot BSF”,
“Selain kopi bubuk juga ada tersedia biji kopi yg siap digiling sendiri, ini biasanya dinikmati untuk cafe, kedai kopi, atau bule-bule penggemar biji kopi”, tutur Purwanto.
“Semoga varian baru dari kopi maggot BSF ini semakin melengkapi kebutuhan dari para penikmat kopi, juga petani kopi juga semakin sejahtera dengan semakin banyaknya cara baru untuk mengolah kopi”, pesan Purwanto mengakhiri wawancaranya. (rls).




