Tim PPDM Agroindustri Politani Pangkep Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar

  • Whatsapp
Tim PPDM Agroindustri Politani Pangkep Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar

Tim PPDM Agroindustri Politani Pangkep Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) tahun kedua Program Studi (Prodi)  Agroindustri Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Pangkep kembali menggelar pelatihan budidaya ikan air tawar di  Desa Barugae, Kecamatan Bulukumba, Kabupaten Bulukumba.

Bacaan Lainnya

Tim PPDM tersebut diketuai Arnida Mustafa, STP., M.Si yang merupakan dosen Prodi Agroindustri Politani  Pangkep. Sedangkan Ir. Hasniar, MP (Dosen Jurusan Budidaya Perikanan) dan Ratnawati SE, M.Si (Dosen  Jurusan Agribisnis Perikanan) sebagai anggota tim.

Arnida Mustafa, STP., M.Si selaku ketua tim mengatakan, dalam pelatihan tersebut, tim PPDM Agroindustri Politani  Pangkep memberikan materi tentang budidaya ikan air tawar di terpal dengan biaya yang murah.

Dilanjutkan dengan cara membuat probiotik dengan menggunakan bahan-bahan sederhana yang ada disekitar  yang dapat meningkatkan produktivitas pertumbuhan ikan air tawar yang dibudidayakan oleh petani budidaya ikan  air tawar.
Selain itu, pembinaan juga tetap diberikan pada Kelompok Tani Harapan Jaya yang mengelola instalasi  pengolahan air bersih di Desa Barugae.

Menurut Arnida, kegiatan terlaksana dengan melihat potensi sumber daya air yang ada di Desa Barugae. Dimana,  konsep eduwisata dapat diterapkan untuk menjadikan Desa Barugae sebagai sentra pembelajaran bagi anak-  anak sekolah.

Tak hanya itu, Desa Barugae juga memiliki spot yang dapat menarik orang untuk berkunjung. Di antaranya,  gunung Karampuang yang merupakan lokasi kantor Desa Barugae berada, sekaligus menjadi tempat  pelaksanaan pelatihan.

“Kedepannya, keberadaan kolam-kolam ikan ini dapat menarik minat anak-anak sekolah untuk belajar tentang  bagaimana membudidayakan ikan. Termasuk membangkitkan sektor lainnya, yaitu pariwisata. Karena Desa  Barugae memiliki potensi untuk dijadikan sebagai desa eduwisata pengembangan ikan air tawar,” katanya.

Armida menjelaskan, pengembangan kedepannya diharapkan tidak hanya terbatas di budidaya ikan air tawar.  Tetapi juga dapat ditingkatkan ke tahapan pengolahan hasil ikan air tawar. Dimana, ada banyak produk olahan  ikan yang memiliki pangsa pasar dan dapat dikembangkan serta memberikan nilai tambah pada produk ikan air  tawar tersebut.

Ia menambahkan, kegiatan PPDM tahun kedua ini dilaksanakan dengan menerapkan protokoler Covid-19 yang  melibatkan tenaga kesehatan Kabupaten Bulukumba yang melakukan serangkaian kegiatan termasuk  memberikan materi bagaimana menghindari penularan virus Covid-19.

Mencuci tangan dengan cairan pencuci tangan, dan pemeriksaan suhu tubuh merupakan aktivitas awal yang  dilakukan oleh peserta begitu tiba di lokasi pelatihan.

Sementara itu, salah seorang petani budidaya ikan air tawar di Desa Barugae, Juanda mengaku, kegiatan sangat  mereka harapkan untuk memberikan stimulus bagi keberhasilan budidaya ikan air tawar di Desa Barugae.

Dimana, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pembagian bibit ikan yang diberikan kepada mitra PPDM terpilih yaitu  kelompok budidaya ikan Toddopuli yang diketuai oleh Juanda.

Diharapkan, kedepannya mitra terpilih dapat memotivasi kelompok budidaya ikan lain yang ada di Desa Barugae,  sehingga kolam-kolam ikan budidaya ikan dapat produktif kembali. Dengan produktifnya kembali kolam-kolam  budidaya ikan air tawar yang banyak tersebar di Desa Barugae, maka akan menjadikan Desa Barugae sebagai  sentra penghasil ikan air tawar.

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan tim PPDM Prodi Agroindustri Politani Pangkep tersebut mendapat sambutan
hangat Kepala Desa Barugae, Andi Khalid Mawardi SE. “Kami selaku pemerintah Desa Barugae menyambut  dengan tangan terbuka pelatihan-pelatihan yang dapat mengembangkan sumber daya di Desa Barugae,”  ungkapnya.

Sebagai informasi, Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) merupakan salah satu skema program  pengabdian masyarakat multitahun (tiga tahun) yang dikompetisikan secara nasional oleh Direktorat Riset dan  Pengabdian Masyarakat (DRPM) dan Direktorat jendral Penguatan Riset dan Pengembangan. Kompetisi ini diikuti  oleh dosen tetap perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).(rif)

Pos terkait