Polemik Partai Berkarya Makassar dan Sulsel karena Beda Pilihan di Pilwali

  • Whatsapp
Polemik Partai Berkarya Makassar dan Sulsel karena Beda Pilihan di Pilwali
PERTEMUAN. Ketua DPW Berkarya Sulsel Andi Patabai Pabokori bersama Munafri Arifuddin, Ketua BerkaryaMakassar Yusuf Gunco dan ketua AMPB Makassar di pertemuan Rapimnas Partai Berkarya tgl 9 Juli di gedungGranadi. IST.
Polemik Partai Berkarya Makassar dan Sulsel karena Beda Pilihan di Pilwali

PERTEMUAN. Ketua DPW Berkarya Sulsel Andi Patabai Pabokori bersama Munafri Arifuddin, Ketua Berkarya Makassar Yusuf Gunco dan ketua AMPB Makassar di pertemuan Rapimnas Partai Berkarya tgl 9 Juli di gedung
Granadi. IST.

MAKASSAR, UPEKS.co.id—Polemik pencopotan Yusuf Gunco selaku Ketua DPD Berkarya Makassar sampai  saat ini belum selesai. Namun, Yugo, sapaan akrab mantan legislator DPRD Makassar itu tetap bersikukuh  sebagai Ketua Berkarya Makassar sampai saat ini.

Adapun surat pemecatannya yang dikeluarkan DPW Partai Berkarya Sulsel bagi Yugo sudah dianulir surat DPP  Berkarya yang tetap menyatakan Yugo sebagai Ketua Berkarya Makassar, dan pemecatannya oleh DPW  Berkarya Sulsel tidak sesuai dengan mekanisme partai.

Bacaan Lainnya

“Jadi berdasarkan surat DPP sampai saat ini saya masih sebagai Ketua DPD Berkarya Makassar. Adapun yang  lain-lain itu saya abaikan. Dia sudah siapkan Plt. Tapi saya juga tidak akan tinggal diam. Saya akan cari jalannya ini  karena sampai sekarang berdasarkan surat DPP saya masih ketua. Yang mana lebih tinggi DPW atau DPP,” ujar  Yugo, saat dihubungi, Senin (3/8/20).

Yugo pun berterus teran, polemik antara dia dan DPW Berkarya Sulsel yang diketuai oleh Andi Patabai Pabokori  didasari oleh perbedaan pilihan kandidat antara Berkarya Makassar dan Berkarya Sulsel. “DPW lain yang dia  usung, DPD Berkarya Makassar lain juga yang diusung,” ujarnya.

Diketahui, Berkarya Makassar sudah menyatakan fix mengusung Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando selaku  pasangan calon di Pilwali Makassar 2020. Namun, saat ini ternyata ada dua nama kandidat yang sampai di tangan  DPP Berkarya.

Yakni Munafri Arifuddin yang ditandatangani oleh Yugo selaku Ketua Berkarya Makassar dan Irman Yasin Limpo  alias None yang ditandatangani oleh Plt Berkarya Makassar dari kubu Berkarya Sulsel. “Jadi inilah yang terjadi  sebenarnya. Sebenarnya saya tidak mau buka tapi polemik ini terjadi karena usungan,” beber Yugo.

Yugo mengatakan, surat dukungan untuk None baru ada ketika Yugo dipecat DPW Berkarya Sulsel. Padahal  Ketua Berkarya Sulsel Patabai sudah tahu bahwa yang akan diusung Berkarya Makassar adalah Munafri  Arifuddin.

Yugo sebenarnya tak masalah jika Berkarya ingin mengusung None. Namun dukungan tersebut harus diketahui  oleh Berkarya Makassar.

“Ketua DPW ini sebelum mengusulkan namanya Pak Irman Yasin Limpo apa sih susahnya menyampaikan ke  saya. Saya ini orang patuh dan taat pada partai. Apalagi kalau yang mau diusung itu adalah Pak Irman Yasin  Limpo. 10 kepala saya tidak berani melawan. Tapi harus ada penyampaian dong ke Yusuf Gunco sebagai ketua  Berkarya Makassar,” ujarnya.

Yugo menegaskan andaikata Ketua Berkarya Sulsel mengatakan ke Yugo tentang dukungan Berkarya ke None,  maka pasti Yugo akan taat. Namun sayang, Berkarya Makassar tak dilibatkan dan tak diberitahu.

“Kalau pun Patabai menyampaikan ke saya kalau yang mau ia usung adalah Pak Irman Yasin Limpo, kenapa saya  mesti tidak taat. 10 kepala saya tidak berani melawan keluarga Bapak Yasin Limpo. Karena memang saya dikader  disitu,” ujarnya.

Yugo mengatakan dari awal nama Munafri Arifuddin yang diusung baik oleh Berkarya Makassar dan Berkarya  Sulsel. Belakangan baru nama None diusulkan untuk diusung oleh Berkarya oleh Patabai.

“Ini sudah disepakati Berkarya Makassar dan Berkarya Sulsel untuk mengerucutkan nama Munafri Arifuddin. Tapi  tiba-tiba disalip tanpa sepengetahuan saya. Ini lah awal kekisruhan ini. Dianggap saya tidak patuh perintah DPW,  padahal dari awal kan kita dukung Munafri,” tandas Yugo. (jir)

Pos terkait