Jaring Badan Usaha, BPJS Kesehatan Kendari Gencarkan Telemarketing

  • Whatsapp
Jaring Badan Usaha, BPJS Kesehatan Kendari Gencarkan Telemarketing

Jaring Badan Usaha, BPJS Kesehatan Kendari Gencarkan Telemarketing

Kendari, Upeks.co.id – Sebagai upaya untuk memastikan perlindungan jaminan kesehatan nasional bagi pekerja dan anggota keluarga pekerja serta untuk memperluas kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU), BPJS Kesehatan Cabang Kendari melakukan kegiatan canvassing badan usaha.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Kendari Fitrah yang dihubungi tim Jamkesnews pada Selasa (26/05) menyampaikan bahwa melalui kegiatan canvassing diharapkan badan usaha bisa mendapatkan informasi dan edukasi tentang pentingnya Program JKN-KIS.

“Untuk di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Kendari masih terdapat badan usaha atau perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya karena beberapa kendala di antaranya badan usaha belum beroperasi, badan usaha tidak memiliki karyawan baik karyawan tetap maupun harian, atau badan usaha hanya memiliki karyawan harian lepas dengan jumlah sedikit dan telah terdaftar di segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Untuk itu melalui kegiatan canvassing ini diharapkan badan usaha bisa mendapatkan informasi maupun edukasi langsung dari BPJS Kesehatan tentang pentingnya Program JKN-KIS bagi badan usaha maupun pekerjanya,” jelas Fitrah.

Lebih lanjut Fitrah menyampaikan bahwa telemarketingmerupakan langkah mitigasi terhadap risiko penyebaran Covid-19 namun tetap mengutamakan pemberian informasi pada badan usaha. Ia mengatakan, awalnya kegiatan canvassing yang dilakukan petugas Relationship Officer (RO) setiap harinya dengan mengunjungi badan usaha. Namun sejak adanya imbauan physical distancing dan beraktivitas dari rumah, saat ini canvassing kita dilaksanakan melalui telemarketing.

“Dengan memperhatikan mitigasi risiko penyebaran covid-19 namun tetap mengutamakan pemberian informasi maupun edukasi langsung terkait keuntungan dan pentingnya Program JKN-KIS ini bagi badan sehingga petugas ROhanya melakukan komunikasi via telepon,” jelas Fitrah.

Petugas RO melakukan kegiatan telemarketing kepada badan usaha minimal 117 peserta setiap hari, baik untuk badan usaha yang belum sama sekali terdaftar maupun yang sudah terdaftar namun belum 100%. Sebagai informasi, sampai dengan akhir April 2020, jumlah peserta JKN-KIS di Wilayah BPJS Kesehatan Cabang Kendari mencapai 1.358.603 jiwa.

Yongki Aruji, Pemilik CV Bersaudara Jaya, salah satu badan usaha yang dihubungi petugas RO, mengaku merasakan kemudahan dengan adanya telemarketing.

“Awalnya saya dihubungi oleh petugas BPJS Kesehatan karena perusahaan saya belum terdaftar, petugas menyampaikan dengan ramah dan baik beberapa hal tentang Program JKN–KIS dan dari penjelasan tersebut meyakinkan saya untuk mengikuti program ini. Setelah informasi tersebut saya terima saya segera melakukan pengumpulan data badan usaha dan data para karyawan untuk didaftarkan dalam Program JKN-KIS,” kata Yongki. (Jamkesnews)

Pos terkait