ENREKANG,UPEKS.co.id — Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece Enrekang ikut Rayakan HUT RI -75 dengan bangun salat dan puasa sunnah Senin, dilanjutkan mendaki puncak gunung Pebu, Desa Sumillan, Kecamatan Alla saat fajar terbit.
Setiap santri parade bendera merah putih dan Muhammadiyah kemudian menancapkannya di puncak gunung sebagai simbol perjuangan, Muhammadiyah ikut menjadi bagian dalam Merebut Kemerdekaan.
Menurut pengasuh pondok Ust Ilham, inilah cara mereka mengenang para Pahlawan Pejuang Kemerdekaan pada masanya.
Pengorbanan para Pejuang kemerdekaan yang mengorbankan jiwa dan raga untuk Indonesia Merdeka, Adil dan Makmur.
“Sungguh naif jika kami dan para santri kami tidak ikut mengenang dan memaknai HUT RI 75 ini walaupun dalam kegiatan yang sangat sederhana ini”, ujar alumni UMM Malang ini.
Ust Ilham mengatakan ingin menanamkan pada diri santri Darul Arqam Muhammadiyah Cece Enrekang spirit perjuangan, bahwa anak santri harus punya rasa patriotisme sebagai implementasi keimanan “hubbul wathon minal iman” di sela pendampingan santri merasakan gelora spirit perjuangan HUT RI ke 75 pada 17 Agustus 2020.
” Kita semua juga Shalat Tahajjud di malam 17 tersebut memohon agar para Syuhada Pejuang Agama dan Bangsa ini bisa di terima seluruh amal usaha perjuangan di sisi Allah SWT. Kami memanjatkan doa untuk para pemimpin generasi pelanjut semoga di beri hidayah mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya”. Katanya.
Selain itu seluruh Santri pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece puasa sunnat tepat di hari Senin 17 Agustus tesebut, sebagai bagian dari upaya para Santri ikut mengenang masa-masa sulit perjuangan merebut kemerdekaan yang juga terjadi saat bulan Ramadhan.
” Apalagi Puasa Senin – Kamis memang menjadi kebiasaan santri-santri kami, tujuannya agar santri memiliki kepekaan terhadap kehidupan sosial di samping mereka mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pengamalan Sunnah-Sunnah Rasul”. Pungkasnya.
Menurut Baharuddin, Pimpinan Pondok Pesantren Arqam Muhammadiyah Cece, ikut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para pengasuh, itu kreatif dan inovatif penuh hikmah.
” Tentu sebatas kita berdoa memohon agar bangsa Indonesia tetap religius, adil makmur, tegih menjaga persatuan, berprikemanusiaan, terus bermusyawarah mencari solusi terbaik untuk bangsa ini. Sesuai cita cita pendiri bangsa ini. Semoga juga bisa cepat terbebas dari pandemi Covid-19″. Ujar Bahar. (Sry).




