Drg RSUD Daya Hadir Bersaksi Persidangan Anggota DPRD

  • Whatsapp
Drg RSUD Daya Hadir Bersaksi Persidangan Anggota DPRD

Drg RSUD Daya Hadir Bersaksi Persidangan Anggota DPRD

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Sidang penjemputan jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya  yang mendudukkan terdakwa anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso kembali digelar di Pengadilan  Negeri Makassar, Senin (31/8/20).

Bacaan Lainnya

Dalam sidang lanjutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi dari pihak Duty Manager  RSUD Daya Makassar, drg. Hasni.

Saksi drg Hasni mengatakan, berdasarkan laporan yang dia terima, pasien Chaidir Rasyid datang sudah dalam  kondisi lemah dan lanjut dilakukan rapid tes. Hasilnya reaktif, sehingga dipindahkan ruangan khusus sambil  melakukan foto thorax dan swab tes.

Namun nahas sebelum hasil swab keluar, Chaidir Rasyid menghembuskan nafas terakhir. Pihak rumah sakit telah  menghubungi keluarga almarhum termasuk, Andi Hadi Ibrahim Baso. Sayangnya pihak keluarga tetap meminta  untuk jenazah dipulangkan.

“Saya ketemu dengan pak Andi dan menyatakan hasil rapid reaktif, kini tinggal menunggu hasil swab. Namun dia  mengatakan sudah bertentangan dengan syariat (karena lama baru dikebumikan),” kata Husni.

Lebih lanjut Husni menuturkan, dia melihat jenazah diangkut dengan ambulan bukan milik RSUD Daya. Namun  tidak bisa mendekat. Terdakwa Hadi terlihat mengikuti dengan mobil pribadinya.

Pada saat hasil sudah keluar dan dinyatakan positif dia dihubungi oleh tim satgas Covid-19. Dia pun menghubungi  terdakwa akan hasil lab tersebut. Namun jenazah sudah ada di Masjid untuk di salatkan.

Ibrahim Palino yang bertindak sebagai hakim ketua dalam persidangan tersebut menyampaikan agar JPU  mengadirkan saksi tambahan. Pasalnya dalam BAP banyak nama yang belum hadir dalam persidangan. Salah  satunya yang paling sering disebut adalah, dr Musbicha.

“Dokter Musbicha yang paling banyak berinteraksi dalam kasus ini. Jadi saya harap sidang Senin depan (7 September) bisa dihadirkan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa,” ucapnya.

JPU Kejari Makassar, Pingkan W I Gerungan menyampaikan pihaknya telah memanggil dr Musbicha untuk jadi  saksi. Namun kendala. Anaknya mengalami kecelakaan, dan masih dirawat di Rumah Sakit.

Terdakwa penjamin penjemputan paksa jenazah Covid-19 di RSUD Daya, Andi Hadi Ibrahim Baso membenarkan  keterangan saksi. “Tidak ada yang salah pak Hakim,” ucapnya.

Pada sidang sebelumnya ada dua terdakwa didakwa melanggar pidana berlapis. Yakni Pasal 214 ayat (1) Jo.  Pasal 56 ke-1, ke-2 KUHP atau Pasal 212 ayat (1) Jo Pasal 56 ke-1, ke-2 KUHP. Pasal 93 ayat (1) UU No. 6  Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau Keputusan Keputusan Presiden No. 11 Tahun 2020.

Hal itu tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) dan/atau Keputusan  Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019  (COVID 19)Jo Pasal 56 ke-1, ke-2 KUHP. (Jay)

Pos terkait