ENREKANG,UPEKS.co.id — Bupati Enrekang H. Muslimin Bando menghadiri sekaligus memberi sambutan pelantikan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah (UM) Enrekang.
Turut hadir, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Rektor dan Wakil Rektor UM Enrekang, para Pimpinan BPH dan anggotanya yang di Lantik. Diantaranya,H.Sawal Sitonda, Drs.Sudin, H.Tahir padi, Haleng Lajju, KH.Kamaruddin Sita, H.Hasbudi, H.Dasmawati dan seluruh Pimpinan Prodi dan Unit Lembaga serta undangan.
Bupati menegaskan, program Visi UM Enrekang Unggul, Islam dan Enterpreanur adalah tugas seluruh Pimpinan, Rektor, BPH dan seluruh timnya bertugas merealisasikan program akademik dan sarana prasarana menuju perwujudan visi tersebut.
“Saya lebih dulu komentari program visi Islami, saya minta di kampus ini buat kerjasama seperti Ma’had Unismuh Makassar. Alasannya ini dalam rangka penguatan program Pemerintah Bidang Religius yaitu Tenaga Ahli Keagamaan (TAK) yang sudah berjalan selama ini. Dengan demikian, lebih mudah mendapatkan tenaga unggul pada dan efektif dalam pelaksanaannya” kata Bupati Enrekang dua periode ini.
Muslimin menambahkan, tugas BPH sangat berat, karena itu butuh energi kuat dan solidaritas Pimpinan. Ada beberapa opsi pengembangan kampus 1,2 dan 3 dst. Dia minta agar pihak Kampus mempertimbangkan aspek kebutuhan masyarakat, daerah mana yang paling banyak minat masyarakatnya.
“Opsi kampus 1 tetaplah di kota Enrekang sebagai pusat Pemerintahan, opsi ke dua kampus 2 bisa didirikan di wilayah Duri dan opsi 3 seterusnya bisa daerah Maiwa”, ungkap mantan ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Enrekang itu.
Ditempat yang sama usai melantik BPH, PW Muhammadiyah diwakili Ust. Mawardi Pewangi berharap agar rektor fokus pelaksanaan akademik dan pengembangannya.
”Saya ambil contoh, beberapa kampus saat ini karena keberanian mengambil kebijakan, misal pak Prof Malik Fajar, Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membeli lahan hutan. Bagi orang lain dianggap itu program gila. Tapi pak Prof. Malik Fajar dengan keyakinannya membeli lahan yang kita saksikan saat ini menjadi kampus termegah dan paforit di kalangan Muhammadiyah,” ujarnya.
Itulah kekuatan visi dan keberanian seorang Prof Malik Fajar, mantan menteri agama RI era Presiden Habibie saat itu”, kata Mawardi Pewangi.
Mawardi banyak memberi contoh sebagai motivasi kepada Rektor UM Muhammadiyah Enrekang untuk berani berbuat. Sama halnya yang dilakukan Mantan Rektor Unhas, Prof Ahmad Amiruddin saat memimpin Unhas. Berani membeli lahan di tengah hutan di Tamalanrea, yang saat ini menjadi kampus terbesar dan termegah di Indonesia timur.
“Kemudian tak kalah pentingnya, terbangun harmonisasi tiga unsur, Rektor, BPH dan PDM. Jika ini ada keretakan yakin tidak bisa jalan maksimal” ujar Dekan fakultas Agama Islam Unismuh Makassar yang juga Putera Massenrempul ini. (Sry).




