UNM, LPTK Terbanyak Terima Pendanaan PKM Kemdikbud

UNM, LPTK Terbanyak Terima Pendanaan PKM Kemdikbud

UNM, LPTK Terbanyak Terima Pendanaan PKM Kemdikbud

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Universitas Negeri Makassar (UNM) terus mengukir sejarah. Hal terbaru, UNM  meloloskan 85 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mendapat pendanaan dari Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan. Total pembiayaan yang diterima UNM mencapai Rp412 juta.

Bacaan Lainnya

Ketua Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LP2M) UNM, Prof Bakhrani Rauf mengatakan capaian ini  sangat membanggakan karena jumlah proposal yang lolos sangat besar.

Dari pengumuman yang dirilis Kemdikbud, UNM menempati posisi pertama universitas Lembaga Pendidikan  Tenaga Pendidik (LPTK) atau universitas bekas IKIP yang paling banyak meloloskan proposal PKM tahun ini.

“Secara nasional UNM berada di peringkat delapan perguruan tinggi penerima pendanaan proposal PKM. Tetapi  khusus LPTK, UNM peringkat pertama,” katanya.

Tim yang proposalnya lolos ini selanjutnya akan melakukan penelitian. Hasil pelaksanaan dan presentasi kelompok  mahasiswa PKM nantinya yang dinilai oleh tim Monev PKM Belmawa untuk direkomendasikan ke Pimnas 33 tahun  ini.

Rektor UNM, Prof Dr Husain Syam mengapresiasi capaian ini. “Alhamdulillah. Saya bangga dan mengapresiasi  kerja keras dan kerja nyata teman-teman dosen dalam membimbing mahasiswa dalam menunjukkan kualitasnya  sehingga mampu bersaing dgn PTN/PTS papan atas di Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan UNM tiga tahun terakhir sudah mencatatkan diri dan sangat diperhitungkan sebagai PTN yang  berkualitas terutama ketika dilihat dari hasil kompetisi PKM secara nasional. Capaian ini bukan secara kebetulan.

Tahun lalu UNM diposisi 6 bersama Unhas meloloskan PKMnya di Grand Final dan akhirnya UNM mengungguli  Unhas dalam perolehan medali pada PIMNAS ke 32 di Denpasar sekaligus UNM mencatatkan PTN terbaik di luar  pulau Jawa.

Menurut dia, catatan prestasi sukses UNM yang diperoleh tahun 2019 menjadi modal untuk kembali bisa berjaya  di PIMNAS ke 33 di Surabaya tahun ini.

“Saya yakin teman-teman dosen yang cukup berkualitas akan bisa membimbing dan menggenjot kemampuan  individu dan kelompok mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmia berkialitas untuk bisa meloloskan sebanyak  mungkin ke grand final nanti,” harapnya.(rls).

Pos terkait