SULAWESI SELATAN

PKK Sulsel Siapkan Strategi Pembelajaran Anak Down Syndrome di Masa Pandemi Covid-19

PKK Sulsel Siapkan Strategi Pembelajaran Anak Down Syndrome di Masa Pandemi Covid-19

Makassar, Upeks.co.id–Tim Penggerak  Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Sulsel, membahas langkah-langkah (Strategi) pembelajaran bagi Anak Down Syndrome (ADS).

Ketua TP PKK Sulsel, Lies F Nurdin yang juga Bunda PAUD Sulsel menjelaskan, Anak-anak dengan Down Sindrom (ADS) merupakan salah satu kelompok yang ikut merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Tertutupnya sekolah-sekolah mengharuskan anak ADS tinggal dan belajar dari rumah.

Keadaan saat ini, lanjut dia, berdampak pada terhentinya metode pembelajaran pada anak yang berkebutuhan khusus tersebut. Masalah utama dari kondisi ini adalah para orang tua cukup kesulitan dalam memfasilitasi kemampuan belajar anak.

Sebagai langkah strategis, istri Gubernur Sulsel itu menggagas hadirnya fasilitas dan tenaga pendamping bagi orang tua dan ADS dalam menangani pengembangan skill anak ADS.

“PKK mengambil langkah strategis dengan menyediakan gedung sekretariat yang bisa dimanfaatkan dan menyediakan tenaga pendamping dari DP3A. Di mana, ibu dan anaknya bisa berkumpul di sana dan mematriks potensi-potensi anak. Apakah di bidang seni, komputer, pertanian, menulis dan di bidang lainnya,” terang Bunda Lies.

PKK Sulsel Siapkan Strategi Pembelajaran Anak Down Syndrome di Masa Pandemi Covid-19

Ia menyebutkan, langkah ini merupakan upaya untuk mendorong tumbuhnya kemampuan anak-anak down sindrome sekaligus memfasilitasi para orang tua agar paham metode terbaik mendampingi anak mereka.

Sementara itu, Ketua Komunitas Orang Tua ADS Makassar, Rahmatullah mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh PKK Sulsel dalam mendukung pendidikan ADS. Down Sindrome, kata dia, merupakan kondisi kelainan kromosom. Di mana, anak yang mengidap kelainan tersebut hanya mampu fokus pada satu bidang kegiatan.

“Kondisi anak dengan down sindrom memerlukan perhatian khusus, utamanya dalam membangun skill mereka. Anak down sindrom hanya dapat fokus pada satu bidang kegiatan, jika ini terus dilatih, anak-anak ini bisa memiliki kemampuan yang bisa menjadi bekal mereka hidup mandiri,” jelasnya.

“Untuk itu, pelatihan skill khusus bagi anak-anak down sindrom yang difasilitasi oleh Ibu Gubernur sangat kami apresiasi, upaya ini sangat membantu utamanya bagi orang tua dari keluarga pra sejahtera,” kata Rahmatullah menambahkan.

Pertemuan tersebut, diharapkan mampu membentuk katakter-karakter ADS yang unggul dan bisa berkiprah serta berprestasi di masa depan.(rif)

#TRENDING

To Top