SULAWESI SELATAN

Begini Peran Bunda PAUD Sulsel dalam Menangani Pendidikan Anak Usia Dini di Era New Normal

Begini Peran Bunda PAUD Sulsel dalam Menangani Pendidikan Anak Usia Dini di Era New Normal

Makassar, Upeks.co.id–Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini merupakan predikat yang diberikan kepada istri kepala pemerintahan dan kepala daerah secara berjenjang hingga Desa/Lurah.

Pada 18 November 2019 lalu, Bunda PAUD Sulawesi Selatan (Sulsel)  dinobatkan sebagai enam Bunda PAUD dengan kinerja optimal dan mendapat PIN Emas dari Wury Restu Handayani, Istri Wakil Presiden (Wapres) RI dan disaksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, bertempat di Gedung Balai Kartini, Kartika Expo Center, Jakarta Selatan.

Di masa Pandemi Covid-19 saat ini, Bunda PAUD Sulsel, Lies Fachrudin Nurdin beradaptasi cepat dengan menggelar meeting Bunda PAUD se-Sulsel secara online dengan bantuan teknologi. Online meeting tersebut diikuti 24 Bunda PAUD dari kabupaten/kota dan Bunda PAUD Kecamatan hingga Desa dengan total 100 partisipan.

Dalam online meeting itu, Bunda PAUD Provinsi Sulsel, Lies Fachrudin Nurdin memberikan materi tentang peran Bunda PAUD di masa pandemi Covid-19 dan era new normal.

“Pertemuan ini menghasilkan empat langkah strategis yang akan segera direalisasikan. Yang pertama, adalah lomba Cipta Lagu Anak dengan tema Protokol Covid-19. Diharapkan ada imbauan dalam bentuk lagu yang menarik sehingga mudah diterima anak usia dini, sekaligus membangkitkan karya-karya seniman di tengah pandemi Covid-19,” katanya.

“Kita mencoba menginisiasi lahirnya lagu anak. Dalam kegiatan ini, Bunda PAUD Sulsel berhasil menjaring peserta secara nasional sebanyak 28 karya lagu, dan terpilih 10 lagu terbaik. Gagasan kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Anak Nasional 2020, yang nantinya akan puncak peringatannya akan digelar pada 10 Agustus 2020,” lanjutnya.

Langkah strategis yang kedua, lanjut Bunda Lies, yakni penyusunan modul Parenting dalam pandemi Covid-19, yang akan menjadi panduan dalam mengelola karakter anak dalam Era New Normal. Langkah ketiga, yaitu menghadirkan tayangan Edutainment di stasiun televisi secara berseri yang berisi sosialisasi aktivitas positif bagi anak usia dini yang mudah diadopsi. Agar anak-anak tidak jenuh dalam Era New Normal, misalnya permainan anak berbasis kearifan lokal, keterampilan kreatif, dongeng anak dan aktivitas lainnya.

Langkah strategis yang keempat, kata Bunda Lies, adalah memberikam edukasi menanam sayur untuk menstimulus kemampuan kognitif anak usia dini khususnya dalam memancing  keingintahuan anak ketika mengamati proses pertumbuhan benih.

“Pendidikan karakter pada usia dini akan menjadi pondasi sebelum pendidikan kognitif lainnya diberikan.  Jangan biarkan Era New Normal memutus alur pendidikan, disinilah peran Bunda PAUD sangat penting untuk tetap mengawal proses penanaman karakter unggul dalam anak usia dini,” tegas istri Gubernur Sulsel ini.(rif)

#TRENDING

To Top