Penuhi Kebutuhan Informasi Iuran Peserta, Telekolekting Jadi Solusi Di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

Penuhi Kebutuhan Informasi Iuran Peserta, Telekolekting Jadi Solusi Di Tengah Pandemi

Bulukumba, Upeks.co.id – Bulan April segera berakhir, namun pandemi Covid-19 masih terus bergulir. Berbagai instansi pemerintah turut menyesuaikan jenis, waktu, hingga tata cara pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Dalam situasi seperti sekarang ini, salah satu layanan yang terus dikembangkan dan dioptimalkan BPJS Kesehatan adalah pemberian informasi jumlah iuran kepada peserta melalui sambungan telepon (atelekolekting).

Bacaan Lainnya

“Teknisnya, petugas telekolekting akan menghubungi peserta lalu menginformasikan jumlah iuran, catatan pembayaran, hingga informasi terkait status aktif-tidaknya kartu peserta,” jelas Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan Cabang Bulukumba Fitryani, Kamis (30/04).

Menurutnya, hal positif dari telekolekting ini salah satunya peserta JKN-KIS dapat mengetahui status pembayaran, aktif-tidaknya kartu JKN-KIS miliknya tanpa harus repot-repot datang atau berkunjung ke kantor terutama di tengah pandemi seperti saat ini.

Kemudahan inilah yang dirasakan oleh Syamsiah (56), salah seorang peserta JKN-KIS yang sempat dihubungi oleh petugas telekolekting BPJS Kesehatan Cabang Bulukumba. Sebagai masyarakat yang masih belum terlalu memahami penggunaan internet, ia merasa sangat terbantu karena mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

“Saya sebenarnya rutin membayar setiap bulannya, namun untuk bulan April ini saya belum bisa membayar dikarenakan adanya imbauan dari pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Saya terima kasih sekali sudah diingatkan dan diberi tahu besaran iuran yang mesti dibayar tanpa harus repot ke kantor BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Ia menilai, aktivitas telekolekting sangat membantu memudahkan peserta JKN-KIS yang mungkin karena kesibukannya membuat peserta lupa memastikan status pembayaran iuran JKN-KIS. Meskipun layanan autodebet juga disediakan oleh bank-bank yang menjadi mitra BPJS Kesehatan dan Kader JKN-KIS, namun tidak dapat dipungkiri, keterbatasan akses dan financial literation masyarakat yang berada di pedesaan membuat sebagian peserta memerlukan sumber daya lebih untuk datang ke bank yang mayoritas berada di perkotaan. Hal itu tentu membutuhkan waktu, biaya dan tenaga, terlebih lagi di tengah pandemi seperti saat ini.

“Melalui telekolekting, peserta yang ditelepon bisa saat itu juga mengetahui status ataupun jumlah iuran yang perlu dibayarkan, lalu peserta dapat menentukan sendiri, di mana dan metode pembayaran bagaimana yang paling mudah dijangkau oleh peserta. Ternyata bukan cuma bisa bayar lewat bank, tapi bisa juga melalui titik pembayaran lainnya seperti ATM, Kantor Pos, Pegadaian ataupun melalui loket pembayaran di minimarket-minimarket terdekat,” kata Syamsiah. (Jamkesnews)

Pos terkait