ENREKANG,UPEKS.co.id — Komunitas Perempuan Biasa (KOPSA ) Kabupaten Enrekang menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang yang melanda warga Masamba, Luwu Utara, Provinsi Sulsel.
Bantuan diserahkan Kordinator KOPSA drg. Hj. Sri Siswaty Zainal disaksikan Penggagas KOPSA Kabupaten Enrekang Haslipa dan diterima Sekretaris Dinsos Enrekang, Sukma dani di Posko Bantuan Bencana Alam Untuk Luwu Utara di Kantor Dinsos Enrekang, Jumat (17/7/2020).
Gerakan kemanusiaan peduli Masamba yang dilakukan Komunitas Perempuan Biasa Enrekang adalah wujud kepedulian KOPSA atas musibah yang menimpa masyarakat Lutra.
“Jadi begitu kita melihat berita saudara kita tertimpa musibah bencana alam, kami dari Komunitas Perempuan Biasa segera berkoordinasi untuk mengumpulkan sumbangan dari internal kita dan dari masyarakat umum. Ini adalah bentuk keprihatinan kita atas musibah yang terjadi di Masamba, Lutra” Kata Haslipa.
Koordinator KOPSA drg. Sri Siswaty Zainal mengatakan bantuan yang di distribusikan saat ini adalah barang- barang yang sangat dibutuhkan para korban.
Diantaranya, paket peralatan bayi, Paket peralatan mandi, selimut,pakaian dalam wanita, pakaian dewasa pria wanita,pakaian anak-anak, obat nyamuk, sembako, air mineral, makanan bayi,pembalut Wanita, sabun cuci dan peralatan cuci lainnya.
“Bantuan yang kita salurkan ini adalah bantuan tahap pertama. In Shaa Allah akan ada penyaluran bantuan tahap selanjutnya. Ini kita lakukan terus-menerus sepanjang masih ada yang berdonasi”. Kata dokter Sri.
Dia mengatakan gerakan peduli korban Lutra berikutnya akan fokus mengumpulkan daging kurban dan akan dikemas dalam bentuk dendeng sapi selanjutnya akan disalurkan ke lokasi bencana bersama bantuan lainnya.
” Kebetulan sebentar lagi Idul Adha dan pasti banyak masyarakat yang berkurban. Untuk itu kita akan mengumpulkan daging kurban dan akan dibuat dendeng kemudian disalurkan ke lokasi bencana. Gerakan ini kita namakan gerakan berbagi satu kilo daging kurban”. Ujarnya.
Penggagas Empati 2000 ini mengatakan gerakan berbagi daging kurban ini dilakukan agar meski dalam kondisi tertimpa bencana masyarakat Masamba, Lutra masih bisa mengkonsumsi daging. (Sry).




