FKM UMI Webinar Nasional, Bahas Pencegahan dan Kekebalan Tubuh di Era New Normal

FKM UMI Webinar Nasional, Bahas Pencegahan dan Kekebalan Tubuh di Era New Normal

FKM UMI Webinar Nasional, Bahas Pencegahan dan Kekebalan Tubuh di Era New Normal

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas  Muslim Indonesia (UMI) webinar nasional bertajuk ‘Pencegahan dan Peningkatan Kekebalan Dalam Menghadapi  Era New Normal’, Selasa (14/7/2020).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang terselenggaran atas kerjasama dosen Kesmas FKM UMI dan mahasiswa ini menghadirkan dua  Guru Besar Universitas Airlangga, Prof. Dr. dr H Soedjajadi, dan dr. Ammar Abdurahman Hasyim dari Laboratory  of Vaccinology and Applied Immunology, Kunazawa University, Japan.

Wakil Dekan III FKM UMI, Dr. dr. Andi Multazam (WD III) dalam sambutannya mengatakan, saat diklaim era new  normal, tentu harus sejalan angka kasus kurva yang sudah melandai di Indonesia, namun faktanya tidak demikian.

“Jika berbicara era new normal, perlu dipertanyakan sekarang ini new normal sudah berjalan atau masih  perencanaan ataupun sudah di ancang-ancang, karena kasus terlalu meningkat. Selain itu kita harus memiliki  imunity yang cukup baik, karena COVID-19 seharusnya berdampingan dengan kita atau dalam artian beradaptasi  sambil menunggu vaksinya, jadi kita harus kebal,” tegas Andi Multazam.

Terkait itu, Prof Soedjajadi memaparkan, hal mendasar yang harus dilakukan adalah terus menerapkan secara  ketat protokol kesehatan, terlebih di era new normal.

“Jadi yang bisa saya garis bawahi disini adalah kita harus bisa menghindari covid19 dengan cara mematuhi  panduan protokol kesehatan seperti menerapkan peraturan menteri kesehatan dan selalu meningkatkan daya  tahan tubuh kita. Protokol kesehatan penting dilakukan dalam masa pandemi Covid-19,” tutur Prof Soedjajadi.

“Upaya-upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh yaitu kondisi kesehatan dalam keadaan prima, konsumsi  makanan sehat dan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, olahraga ringan secara teratur, dan pastinya konsumsi  vitamin dan herbal,” sambungnya.

Senada denan itu, dr Ammar menjelaskan, Covid-19 atau Sars-Cov-2 merupakan penyakit sangat menular. Virus  ini dapat menularkan dari satu orang ke orang lain dalam satu waktu.

Sars-Cov-2 dapat terjadi transmisi pada hewan ternak yang terdekat dengan manusia sehingga dapat ditularkan  langsung.

“Protein spike ini penting digunakan sebagai vaksin. Sars-Cov-2 ini sangat pandai dalam mengelabui sel sehingga  sel tidak dapat mengetahui bahwa daerahnya dilakukan untuk mereplikasi virus. Sel juga tidak dapat mengetahui  adanya patogen dalam tubuh,” beber dr Ammar.

Diskusi virtual yang berlangsung interaktif antara peserta dan narasumber. Para peserta berasal dari beberapa  universitas yang tersebar di seluruh Indonesia serta mahasiswa FKM UMI. (rls).

Pos terkait