BPJS Kesehatan Mamuju Lakukan Pemeriksaan Virtual Terhadap Badan Usaha

  • Whatsapp
BPJS Kesehatan Mamuju Lakukan Pemeriksaan Virtual Terhadap Badan Usaha

BPJS Kesehatan Mamuju Lakukan Pemeriksaan Virtual Terhadap Badan Usaha

Mamuju, Upeks.co.id- Pada masa Pendemi Covid-19, BPJS Kesehatan Cabang Mamuju tetap menjalankan kegiatan pemeriksaan terhadap badan usaha di wilayah setempat dengan tetap memperhatikan prinsip physical distancing yang ketat dan memanfaatkan jeberadaan teknologi.

Bacaan Lainnya

“Kami melakukan pemeriksaan melalui metode video call bersama dengan beberapa PIC badan usaha. Prosesnya sebenarnya tak banyak berubah, hanya saja pada mekanisme ini baik tim pemeriksa maupun PIC badan usaha tak perlu bertemu langsungm” ungkap Kepala Bidang Perluasan Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Mamuju, Andi Muh. Irfan, Jumat (24/04).

Irfan mengatakan sedikitnya 2 minggu sebelum dilakukan pemeriksaan, tim pemeriksa melayangkan pemberitahuan kepada PIC  badan usaha melalui email korespondensi badan usaha. Setelahnya tim pemeriksa akan menerima konfirmasi data dari PIC badan usaha setidaknya 7 hari sebelum hari pelaksanaan pemeriksaan agar tim pemeriksa dapat mengolah data terbaru badan usaha, menarik sampel, membandingkan dengan data masterfile dan data sekunder badan usaha untuk dijadikan bahan pemeriksaan pada hari pelaksanaan pemeriksaan.

Dikonfirmasi terpisah oleh tim Jamkesnews melalui telepon seluler, PIC salah satu badan usaha terbesar di Kabupaten Mamuju, Asriana, menyampaikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan BPJS Kesehatan dalam mengontrol kepatuhan badan usaha.

“Tentu saja badan usaha seperti kami ini harus terus dikawal dalam pelaksanaan regulasi terkait Program JKN-KIS ini, meski disampaikan oleh tim pemeriksa tadi bahwa pemeriksaan kepatuhan ini tidak selalu berarti badan usahanya melanggar kewajiban, tapi bisa juga karena kami belum mengetahui teknis pelaksanaan regulasi terbaru,” kata Asriana.

Asriana juga mengaku pernah mendapat sosialisasi terkait regulasi terbaru yang menyatakan adanya kenaikan batas atas gaji yang sebelumnya maksimal 8 juta rupiah menjadi 12 juta rupiah.

“Kami tak tahu persis bagaimana menterjemahkannya kedalam perhitungan gaji, syukurlah dibantu oleh tim pemeriksa tadi,” sambungnya.

Dengan dilakukannya pemeriksaan kepatuhan virtual yang tetap mengedepankan keselamatan dan kesehatan semua pihak, BPJS Kesehatan Mamuju berharap angka kepatuhan pendaftaran di wilayah kerjanya meningkat. ( Jamkesnews)

Pos terkait