Menyambut Perubahan UU Minerba, BMI adakan Webinar

  • Whatsapp
Menyambut Perubahan UU Minerba, BMI adakan Webinar

 

Makassar, Upeks.co.id–Pemerintah pada tanggal 10 Juni 2020 baru saja mengundangkan UU No. 3 Tahun 2020, tentang Perubahan atas Undang-undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Undang-undang ini memuat isu penting yang sebelumnya sempat menimbulkan kontroversi yaitu tentang kewenangan perizinan, perpanjangan perizinan, pengaturan terhadap Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan lingkungan, divestasi, hilirisasi dan regulasi yang memberikan landasan penguatan terhadap posisi BUMN di sektor pertambangan.

Bacaan Lainnya

Business and Management Institute (BMI) menganggap isu ini sangat penting dan strategis untuk diangkat sebagai bahan seminar untuk memberikan perspektif yang lebih luas terkait industri pertambangan mineral dan batubara, khususnya di kawasan timur Indonesia. Posisi kawasan timur Indonesia memiliki posisi strategis, karena dapat dikatakan sebagian besar industri tambang mineral dan batubara berada di kawasan timur Indonesia. Papua, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, termasuk pulau Kalimantan merupakan daerah-daerah yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara dari sektor mineral dan batubara.

Deputi Direktur BMI, Muh Nur Alfatah, menjelaskan bahwa perpektif terhadap UU Minerba yang baru ini sangat penting diangkat untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif bagi masyarakat. Akan ada peluang sekaligus tantangan baru khususnya bagi pelaku industri pertambangan, dan stake holder di sektor industri mineral dan batubara dengan regulasi baru ini. Dengan berlakunya perubahan UU Minerba ini tentu akan memberikan dampak siginifikan terhadap aspek regulasi, terhadap pelaku industri pertambangan di daerah, kontribusi terhadap pendapatan daerah, dan tentu yang tak kalah penting adalah Izin Pertambangan Rakyat (IPR) terkait lingkungan.

Berkaitan hal tersebut, BMI mengambil inisiatif mengangkat perpektif ini dalam seminar yang bertemakan, Indonesia Timur Menyambut UU Minerba Baru; Peluang dan Tantangan. Seminar ini terbuka untuk umum, yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 20 Juni 2020 pukul 12.30 WIB, secara live melalui aplikasi Zoom dengan narasumber Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI). Hendra Sinadia, memiliki pengalaman yang luas di bidang pertambangan dan energy baik nasional dan internasional. Ia banyak terlibat dalam isu-isu strategis terkait pertambangan mineral dan batubara. Hendra menjelaskan bahwa ia tertarik memberikan kontribusi dan berbagi perspektif terkait UU Minerba baru dalam seminar ini karena melihat bahwa ke depan Indonesia masih membutuhkan peran strategis dari sektor mineral dan batubara untuk menopang pembangunan nasional. Terlebih, kata Hendra.

“Kawasan timur Indonesia sejak lama telah banyak memberikan peran penting dalam menopang pembangunan nasional melalui sektor mineral dan batubara. Posisi strategis Indonesia timur saat ini dan tentu ke depannya harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat dan bangsa.”(rls)

Pos terkait