Kalla Toyota Beri Edukasi Peluang Bisnis di Customer Fleet Gathering Online

Kalla Toyota Beri Edukasi Peluang Bisnis di Customer Fleet Gathering Online

Kalla Toyota Beri Edukasi Peluang Bisnis di Customer Fleet Gathering Online

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Kalla Toyota sukses menggelar Fleet Customer Gathering Online. Perhelatan yang  digelar secara live streaming ini, dihadiri oleh kurang lebih 150 mitra fleet Kalla Toyota yang tersebar di wilayah  Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra.

Bacaan Lainnya

Dengan mengangkat tema “Attack or Defend”, Kalla Toyota menghadirkan Direktur PT Astra Internasional,  Suparno Djasmin dan Jahja B Soenarjo yang merupakan konsultan dan praktisi bisnis di Indonesia. Fleet  Customer Gathering Online kali ini memberikan apresiasi lebih dan hadir sebagai ajang silaturahmi kepada  seluruh pelanggan loyal Kalla Toyota yang senantiasa menjatuhkan pilihan berkendaranya bersama Toyota.

“Tanpa mengurangi rasa kedekatan kami dengan customer fleet, kita bertemu melalui gathering online ini. Banyak  yang akan kita dapatkan melalui talkshow kali ini. Sekali lagi saya ucapkan selamat datang,” ungkap Robby Wijaya  selaku Chief Operation Officer Kalla Toyota dalam sambutannya.

Kata dia, berada ditengah pandemi seperti ini bukanlah hal yang mudah. Pengusaha harus mampu menentukan  tindakan apa yang harus diambil. Pengusaha akan dihadapkan pada pilihan apakah lebih aktif bergerak, atau  bertahan menunggu peluang.

Oleh karenanya, di gelaran Fleet Customer Gathering Online kali ini, Kalla Toyota menghadirkan narasumber yang  terbukti telah ahli di bidangnya. Kedua narasumber memandu sharing session dengan menjawab pertanyaan yang  telah diajukan oleh mitra fleet Kalla Toyota.

Sementara itu, Direktur PT Astra Internasional, Suparno Djasmin memberikan pemaparan bahwa pandemi ini  memberikan dampak yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia. Perlambatan ekonomi terjadi diberbagai  sektor ekonomi.

Di bulan Juni, PSBB di berbagai kota sudah berakhir, harapannya adalah berbagai sektor  ekonomi bisa kembali bergerak namun tetap disiplin dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Kita melihat terjadinya perubahan gaya hidup sehingga kita banyak menggunakan teknologi guna mendukung  aktivitas kita. Salah satunya dengan sistem online. Awareness masyarakat terhadap sistem online ini cukup  membantu sehingga ekonomi masih bisa bergerak,” ungkapnya.

Jahja B Soenarjo yang merupakan konsultan dan praktisi bisnis di Indonesia juga memaparkan bahwa Indonesia  berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Sehingga pemulihan harus dilakukan dengan cepat.

Sepanjang sejarah, situasi ini yang paling tidak terduga dengan dampak yang luar biasa di seluruh dunia. Sektor  otomotif juga mengalami penurunan, namun tidak separah sektor lainnya. Sektor otomotif masih memiliki harapan.

“Semua bisnis jika memiliki pelayanan yang bagus, akan mendapatkan posisi di hati konsumen. Bisnis proses  harus diperbaiki setiap waktu. Konsumen akan membuat bisnis kita dapat berjalan berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, mitra fleet Kalla Toyota juga berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada kedua narasumber.  Salah satu mitra fleet ada yang mengajukan pertanyaan tentang apa yang harus pengusaha lakukan jika wabah  selesai dan situasi kembali normal namun harga-harga juga akan naik? Apakah wait and see atau tetap  memanfaatkan potensi perusahaan yang ada?

Jahja B Soenarjo menjawab bahwa orang-orang memiliki pilihan cuman dua. Yaitu berbelanja properti dan beli  mobil. Karena sebagaimana yang diketahui pelaku home industry akan membutuhkan kendaraan untuk mobilisasi.

“Home industry akan berkembang dan pasti membutuhkan transportasi. Pelanggan akan membelanjakan uangnya
jika mendapatkan promo yang menarik,” tambahnya.

Suparno Djasmin juga memberikan jawaban jika sebuah bisnis dalam tahap berkembang, ada baiknya membeli  mobil. Ekonomi turun karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat. Namun jika aktivitas sudah berjalan,  pertumbuhan ekonomi akan kembali normal.

“Jika kita membeli mobil untuk kepentingan usaha, maka ekonomi akan bangkit kembali. Penting untuk berinovasi  dan mengadopsi teknologi dan tren yang baru, maka bisnis akan bertahan dan tumbuh” ungkapnya. (mit)

Pos terkait