Ibu Hamil Dilaporkan di Polda, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

  • Whatsapp
Ibu Hamil Dilaporkan di Polda, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Ibu Hamil Dilaporkan di Polda, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Wanita Fatimah (27) warga Kabupaten Maros, dituding menggelapkan uang  perusahaan tempatnya bekerja sebagai kasir yang mengimput dana penjualan perusahaan yang bergerak di  bidang supplier bahan pokok.

Bacaan Lainnya

Terlapor yang kini berbadan dua itu mengaku, dirinya dilaporkan ke Polda Sulsel dengan LP.  No.B/343/I/RES.I.II/2020/Ditreskrimum atas dugaan melakukan penggelapan atas hilangnya sejumlah uang milik
perusahaan.

Menurut Fatimah, tudingan tersebut sama sekali tidak pernah dilakukannya dan tiba-tiba saja dilaporkan Regional  Paines Accounting Manager PT Borwita Citra Prima Cabang Makassar, Bagus Dwi Arki Cristiana Saputra.

Dijelaskannya, tuduhan pihak perusahaan PT. Borwita Citra Prima Cabang Makassar selalu melakukan audit oleh  atasan yang tiap bulan ada namanya closing (Tutup Buku), dan ada audit tahunan.

“Bagaimana mungkin saya menggelapkan dana perusahaan Rp189.304.247, sementara saat audit nominal 1 rupiah saja tentu akan dipertanyakan pimpinan apalagi dengan nominal yang sangat besar seprti itu,” jelas Fatimah, Minggu (7/6/20).

Fatimah menyebut, ia dilaporkan menggelapkan uang perusahaan 2017-2019. Namun ia baru dilaporkan pada 2020. Padahal menurutnya, setiap tahun ada audit dan setiap bulan ada closing.

“Padahal tiap tahun diaudit dan tidak ada masalah. Bahkan setiap hari harus balance dan diperiksa oleh fainace  accounting supervisor. Itu semua tidak ada masalah. Kenapa baru sekarang tiba-tiba ada masalah, ” kesalnya.

Fatimah mengaku pernah dipaksa salah satu oknum pimpinan (Bu Wace) untuk menandatangani berkas tanpa  dibubuhi tanggal dengan alasan BKM (Bukti Kas Masuk) atau Pajak Perusahaan. Namun ternyata saat klarifikasi di Polda Sulsel berkas tersebut juga dilampirkan sebagai alat bukti kesalahan.

Atas perlakuan PT Borwita Citra Prima Cabang Makassar tersebut, membuat Fatimah depresi. Apalagi dirinya saat  ini berbadan dua menanti calon bayi anak pertamanya.(Jay)

Pos terkait