Pelaksanaan Pembatasan Pergerakan Orang di Perbatasan Perlu Dievaluasi

  • Whatsapp
Pelaksanaan Pembatasan Pergerakan Orang di Perbatasan Perlu Dievaluasi

Pelaksanaan Pembatasan Pergerakan Orang di Perbatasan Perlu Dievaluasi

MAJENE, UPEKS.co.id—Wakil Ketua DPRD Majene, Adiahsan minta tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten  Majene agar mengevaluasi pelaksanaan Pembatasan Pergereakan Orang yang akan masuk ke wilayah Majene.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Adiahsan usai melakukan pemantauan pelaksanaan pembatasan pergerakan orang yang  akan melintas di perbatasan Kabupaten Majene-Kabupaten Polewali Mandar, Senin (25/5/2020).

Menurut Adiahsan, kunjungan yang dilakukan untuk melihat kinerja aktivitas petugas dilapangan, karena hal ini  berkaitan dengan penggunaan dana daerah yang digunakan untuk penanganan Covid-19 di Majene.

“Kita mau melihat sejauh mana efisiensi penggunaan dana daerah yang digunakan untuk penanganan Covid-19.  Artinya kalau misalnya seperti kayak kejadian tadi terjadi insiden kecil, ada kesalah pahaman antara petugas di lapangan. Misalnya, orang Majene keluar ke daerah lain ditahan, kemudian bisa dibiarkan kalau
misalnya dia menetap di luar daerah Majene selama pembatasan dilaksanakan,”ungkap Adiahsan.

Sementara kalau orang ber KTP Majene datang dari luar Majene bisa masuk kata Adiahsan, berarti sama saja  kerjanya tidak nyambung, artinya sama saja tidak perlu kita laksanakan pembatasan pergerakan orang,”Makanya  ini perlu dievaluasi pelaksanaannya agar lebih baik,”tegas Adiahsan.

Adiahsan juga menyinggung soal banyaknya tenaga kerja Alfamidi dan Indomaret di Majene yang karyawannya  berdomisil di luar Majene, mereka setiap hari melintas ke wilayah Majene, kemudian keberadaan toko modern atau  Alfamidi di Majene perlu juga dibatasi.

“Tujuannya untuk melindungi pedagang kecil yang ada di Majene, kemudian kalau Alfamidi dan Alfamart masuk  Majene itu harus mempertimbangkan tenaga kerja dari Majene, maksud saya kenapa tidak merekrut tenaga kerja  di Majene, nah ini yang perlu dievaluasi, kalau tidak ada halangan dalam waktu dekat kami akan mengundang  pihak manajer Alfamidi danAlfamart,”pungkasnya.

Sementara itu beberapa orang petugas dari TNI-Polri yang bertugas di perbatasan Majene mengaku, pihaknya selama bertugas sudah menjalankan perintah yang sudah ditetapkan tim Gugus Tugas Covid-19 Majene.

“Kita ini kan cuma menjalankan tugas sesuai yang diperintahkan sebelumnya, kalau memang ada perintahnya  untuk menahan, apabila adawarga ber KTP Majene datang dari luar daerah lain akan masuk ke Majene pasti kita akan tahan,”ucap salah seorang petugas yang namanya tidakmau disebutkan.(Alimukhtar).

Pos terkait